Wednesday, 28 October 2009

KAMI MENAWARKAN ULOS UNTUK PESTA


Kami menawarkan paket ulos untuk keperluan pesta (17 ulos, Toba). Dengan paket harga

I. Paket Delux (Ekslusif) Rp. 2.500.000
II. Paket Medium Rp. 1.800.000
III. Paket Hemat Rp. 1.000.000


Kami juga peralatan kepeluan adat dan songket simalungun. Bagi rekan-rekan yang berminat dapat menghubungi kami melalui nomor 085925077652, dimana ulos, peralatan dan songket kami datangkan langsung dari Pematang Siantar, dimana harga yang kami tawarkan murah meriah.

Friday, 21 August 2009

TIDAK PERNAH CEKCOK!! MASA, SIH??


Seringkali percekcokan pasutri berakhir tragedi, perceraian, KDRT, pembunuhan. Bahkan dampak dari konflik suami istri tidak hanya dirasakan oleh keduanya namun juga kepada anak-anaknya.

Berbagai penelitian menunjukkan percekcokan dan kekerasan rumah tangga dapat mengakibatkan trauma dan berdampak tidak baik bagi perkembangan jiwa anak. Apalagi jika sampai bercerai, ini akan menimbulkan luka dalam diri si anak.

Anehnya seringkali seorang suami atau istri bisa begitu kasar dengan pasangannya namun sangat santun teman-temannya. Seorang suami atau istri tega melakukan kekerasan dengan orang yang terbukti telah mengasihinya, karena bersedia hidup bersamanya dengan segala konsekuensi. Padahal dengan teman-temannya atau orang lain ia lebih sabar dan tidak berani melakukan hal yang sama.

Tentu ini adalah ironi. Mengapa kita seringkali tega menyakiti pasangan kita dengan kejam dari pada orang yang mungkin tidak mengasihi kita. Oleh sebab itu kita perlu mengetahui mengapa percekcokan itu bisa muncul dalam hubungan rumah tangga yang kadang bisa berakhir dengan perlakuan yang tidak semestinya.

Ia Miliku
Kebanyakan dari kita membangun rumah tangga dengan sebuah pandangan keliru. Kita mungkin tidak menyadari hal tersebut di awal pernikahannya. Namun lambat laun pandangan tersebut akan muncul dengan berjalannya waktu. Yakni bahwa pasangan kita adalah ”hak milik kita”.

Mengapa seorang pria sangat berhati-hati memperlakukan pasangannya ketika pacaran berubah menjadi ”sembrono” ketika telah menjadi istrinya. Lisa tidak habis pikir bagaimana suaminya yang sebelum menikah begitu lembut dan perhatian, namun saat ini berubah menjadi orang yang cuek dan cenderung kasar. Ia kemudian menyalahkan dirinya, ” Aku mungkun sudah melakukan kesalahan!”

Tentu ini bukan karena Lisa tidak sempurna. Karena nobody perfect. Melainkan karena pada waktu pacaran sang pria belum sepenuhnya merasa memiliki sang gadis. Si wanita bisa sewaktu-waktu memutuskan hubungannya. Atau pria lain bisa menyalibnya kalau ia tidak bisa menarik perhatian sang pujaan hatinya.

Namun setelah menikah sang wanita adalah milikku. Disamping itu jarang orang mengkhawatirkan pernikahannya bakal hancur jika ia tidak menaruh hormat pada pasangannya. Kebanyakan orang berpikir bahwa hubungan ini akan berlangsung hingga akhir hayat. Sehingga ketika menikah seorang suami seolah mendapat peneguhan bahwa wanita di “sebelahku adalah milikku”. Saat ini dan sampai selama-lamanya

Sehingga wajar saja jika teman saya dengan angkuhnya mengatakan, ”Akte nikah menunjukkan jika istri ku berhak kupegang, kutiduri dan kutampar jika tidak patuh. Karena ia milikku”.

Namun menurutku pernyataannya tersebut bisa diartikan sang istri tak lain adalah properti sang suami, yang tidak beda dengan lemari, baju , jas, mobil dsb yang bisa diperlakukan sesuka hati.

Demikian juga seorang wanita. Ketika masih berpacaran ia merasa belum memiliki seorang pria secara utuh. Sampailah setelah menikah ia sepenuhnya menanggap “that guy is mine”. Jadi ia berhak mengontrol kehidupan sang suami termasuk mengintrogasi seluruh teman wanitanya, barangkali ada yang suka dengannya.

Sadarkan Anda arti kepemilikan. Ketika kita mengatakan bahwa mobil itu milik saya, maka pasti mobil itu tidak lebih tinggi dari saya derajatnya. Kalaupun saya marah ketika ada orang yang mengores mobil saya secara segaja, itu bukan berarti bahwa mobil berharga melainkan karena itu Anda anggap pelecahan terhadap diri Anda.

Intinya Anda menjadi yang terutama. Dan mobil itu harus bekerja sesuai dengan kebutuhan Anda. Dan bagaimana jika mobil itu kemudian ngadat atau rusak? Maka Anda akan menjualnya atau menjadikannya barang rongsokan.

Sama halnya ketika Anda mengatakan bahwa ”dia itu adalah istri saya”, atau ”si Toni itu suami saya” . Kadang kala ini berarti Andalah yang teristimewa dan pasangannya Anda harus menjadi seperti apa yang Anda inginkan.

Maka seorang istri menghadapkan suami adalah seorang yang gesit, gagah seperti ayahnya. Atau seorang suami menginginkan istrinya melayani dan patuh seperti ibunya. Atau masing-masing meletakkan standar yang harus dipenuhi pasangannya.

Namun bagaimana jadinya ketika si pasangannya tidak seperti yang diinginkan oleh sang istri atau suami. Bagaimana jika si istri ternyata tidak gesit malah ”lemot”. Sang suami ternyata mudah patah semangat dan tidak sehebat ayah sang istri. Maka timbul kekecawaan dan tidak mustahil berakhir pada sebuah percekcokan.

Mungkin kita sering merasa heran mengapa percekcokan adakalanya dipicu oleh hal-hal yang spele. Seperti istri yang marah hebat ketika sang suami tidak meletakkan gosok gigi pada tempatnya. Atau istri yang tidak berdadan ketika ia pulang. Tentu konyol hal-hal tersebut bisa menjadi konflik yang besar. Namun sesungguhnya bagi si pasangan yang kecewa, semua ini adalah bukti bahwa sang suami memiliki kebiasaan yang tidak sesuai dengan harapannya.

Si istri menghadapkan sang suami adalah pria yang displin sehingga wajar ia marah kalau sang suami sembarangan meletakkan sisir atau sikat gigi. Si suami mengingkan istrinya wanita yang anggun sehingga wajar jika ia emosi melihatnya istrinya gemar menggunakan celana jeans.

Jadi pertanyaan selanjutnya apakah pertengkaran tersebut adalah bukti ketidakdewasaan suatu hubungan? Benar. Mungkin Anda bakal memperolok-olok pasangan suami istri yang mengalami hal tersebut. Namun saya menyakini tidak ada keluarga yang bisa terlepas dari situasi demikian. Setiap pasangan akan mengawali hubungan rumah tangganya dengan egoisme tinggi, dengan tuntutan karena sekarang si wanita mantan pacarku sudah menjadi milikku demikian sebaliknya.

Hal inilah yang membuat mengapa seorang suami atau istri sangat kasar bicara dengan pasangannya namun santun dengan temannya. Karena temannya tidak bisa ia katakan menjadi miliknnya. Hubungan dengan teman adalah sederajat namun dengan pasangannya adalah tidak sederajat. ”Bahwa ia ada untuk melengkapi kehidupanku”. Sedangkan teman tidak demikian.

Maka percekcokan adalah momen yang menyadarkan Anda. Ingat hal yang menyenangkan kadang membuat Anda terlena. Mungkin pasangan Anda bisa terus memenuhi tuntutan Anda, namun sampai kapan. Karena ia memiliki kebutuhannya sendiri, kepribadiannya dsb.

Percekcokan sering kali adalah semacam syok terapi terhadap kepribadian kita yang arogan. Seolah pasangan kita berseru ” Aku punya hidupku sendiri yang perlu kamu hargai”. Pada saat inilah kita baru menyadari bahwa pasangan kita juga memiliki kebutuhan, kepribadian yang membutuhkan perhatian dari Anda.

Ia bukanlah ”barang” yang bisa Anda perlakukan seenaknya. Maka dengan adanya cekcok dan konflik demikian idealnya masing-masing pasangan akan mengubar cara pandangannya. Dari ” hak milik” menjadi seorang patner. Dimana kedudukan patner adalah sederajat. Jika suami dan istri mengharapkan mendapatkan sesuatu dari pasangannya ia juga harus memperhatian kebutuhan pasangannya tersebut. Disamping itu ia juga harus bertanya pada dirinya wajarkah tuntuntan ini kusampaikan padanya.

Maka dengan adanya percekcokan pasangan suami istri telah bergerak pada level yang tinggi dalam hubungan suami istri. Oleh sebab itu alasan pertama mengapa pasangan suami istri pernah bercekcok adalah karena seringkali hubungan tersebut diawali dari ” hak milik” adanya tuntutan sepihak bahwa sang istri atau suami harus bertindak sesuai dengan kebutuhannya pasangannya.

Namun hubungan demikian tidak mungkin bisa bertahan karena si pasangan memiliki kebutuhan dan kepribadiannya yang harus dihormati. Dengan adanya s sebuah percekcokan masa masing-masing pasutri diingatkan bahwa pasangannya adalah patner bukanlah benda mati yang bisa perlakukan seenaknya.

Ada Sesuatu yang Tidak Beres
Mengapa pasutri yang telah hidup bersama selama bertahun-tahun masih tetap mengalami cekcok. Tentu saja sebagaimana sudah diulas pada bab awal, bahwa ini menandakannya adanya ketidakseimbangan. Bahwa ada salah satu pasangan yang telah melewati batas sehingga perlu merubah diri agar keluargannya kembali harmonis.

Kehidupan setiap orang adalah sebuah irama yang kadang turun kadan naik. Kita kadang kali pernah merasa jenuh, frustrasi ataupun namun di satu sisi kadang kita sangat bersemangat. Mungkin kita suatu ketika sangat bersemangat mengejar karir. Atau mungkin kita tengah jenuh dan coba mencari kesenangan dari judi atau bergaul dengan orang lain.

Namun adakalanya cara kita menghadapi ketengahan atau mendapatkan kesenangan bisa membawa kita pada ketidakseimbangan. Bagi seorang wanita bergosip adalah hal yang menyenangkan.

Hanya saja ketika dilakukan secara berlebihan atau disampaikan kepada orang banyak malah bisa menjadi fitnah. Atau seorang pria yang berjudi untuk sekedar hiburan mungkin tidak menimbulkan masalah. Namun ketika sudah menjadi kecanduan maka dampaknya menjadi serius, hartanya bisa menjadi ludes.

Kebanyakan dari kita seringkali tidak bisa mengontrok hasrat kita untuk mencari kesenangan. Sehingga kemudian menimbulkan masalah seperti kebiasaan mabuk oleh menimun keras, workholik, free seks, main judi, mall oriented, gemar permah wajah.

Jika Anda seorang diri dan tidak ada yang membutuhkan dan perduli dengan Anda maka lanjutkan. Namun ketika ada yang membutuhkan dan menyayangi Anda maka mereka akan berteriak mengingatkan Anda untuk merubah diri.

Saya terharu dengan usaha seorang istri menghilangkan kebiasaan suaminya berjudi. Ia tidak hanya memarahi si suami yang harus berakhir dengan pertengkaran hebat. Bahkan suatu ketika cekcoknya sangat hebat hingga tetangga harus turun tangan untuk melerai. Namun ia sampai harus dengan sengaja memberitahu kepada kawannya seorang polwan untuk mengrebek tempat perjudian suaminya. Alhasil setelah mendekam di penjara sang suami tobat. Namun bagaimana jika si istri diam saja tidak perduli?

Dan ada pertanyaan menarik bagi pada pria. Apakah Anda (pria ) menyukai istri yang tidak pernah menuntut, mendiamkan apa saja perlakukan Anda yang buruk, melakukan hal terbaik untuk Anda? Namun ia selalu terilhat tegar, dam tidak pernah menceritakannya perasaannya pada.

JIka iya selamat, Anda telah memilih wanita yang mungkin saja tengah mengalami problem emosional. Robin Norwood, seorang konsultan pernikahan, dalam bukunya menyebutkan in adalah gejala wanita yang memberikan cinta berlebihan untuk mengemis cinta dari pasangannya suami. Dan seringkali kali wanita demikian pada akhirnya menderita depresi yang tentu tidak baik bagi keluarganya.

Jadi dengan adanya suasana konflik yang tidak menyenangkan tentunya, pasangan yang telah melakukan penyimpangan terdorong untuk merubah diri. Sehingga suana tidak nyaman dari percekcokan reda dan ia terbebas dari hal yang menyimpang.

Saturday, 8 August 2009

MY BOOK: " MERAUP UNTUNG DARI BISNIS WARALABA KELAPA SAWIT"


Pranchise atau waralaba, beberapa tahun belakangan ini semakin marak meramaikan kancah bisnis di Indonesia. Saat ini, jenis waralaba yang diminati masyarakat tidak hanya waralaba di bidang kuliner dan toko swalayan. Ada satu jenis waralaba di bidang perkebunan yang cukup prospektif, yaitu waralaba bibit kelapa sawit.

Berdasarkan pengalaman para perwaralaba bibit kelapa sawit, bisnis ini bisa memberikan keuntungan hingga 65% dengan pendapatan rata-rata per bulan sekitar 13 juta rupiah. Andatertarik untuk memulai bisnis waralaba ini? Temukan semua informasi tentang waralaba bibit kelapa sawit dalam buku ini.

Penulis : Ir. Masra Chairani Dalimunthe, Ir. Alfred Sipayung, & Hendra H. Sipayung, SP., MM.
Ukuran : 15 x 23 cm
Tebal : iv + 74 hlm.
Penerbit : AgroMedia Pustaka
ISBN : 979-006-243-5
Harga : Rp 23.000

Pemesanan dapatkan di toko buku Gramedia atau Gunung Agung, atau via Agromedia

Monday, 29 June 2009

REALITY SHOW DAN VULGARISASI TELEVISI


Menurut Burdrillard, kevulgaran pada media televisi tidak ditandai dengan ketelanjangan. Melainkan karena tidak lagi ruang private. Apa yang menjadi private tersingkap menjadi vulgar, terreduksi menjadi sebuah tontonan sekejab. Ketelanjangan tidak seketika menerobos ruang pribadi karena ada adengan yang dimainkan yang lepas dari realitas hidup si pelaku. Namun dalam sebuah kevulgaran ruang private yang kompleks dan menyangkut pribadi yang paling telanjang, karena adanya ekspresi yang bersifat personal tersingkap menjadi tontonan murahan.

Peringatan akan kevulgaran yang diangkat oleh Budrillard seolah menjadi sebuanya kenyataan saat ini. Setidaknya ini dibuktikan dari maraknya acara reality show yang mengangkat kehidupan nyata dari orang-orang . Mulai dari sekedar untuk mengungkap perasaan terdalam sebagai bukti cinta hingga membongkar kebohongan pasangan suami istri. Semua menjadi tersingkap secara telanjang. Tidak ada lagi tembok-tembok kamar yang biasa menuntupi konflik pribadi. Semua sekejap menjadi terbuka melalui layar televisi.

Reduksi Pengalaman Hidup
Perselingkuhan, ungkapan cinta, konflik dan maaf adalah bagian dari kehidupan yang kaya akan makna. Karena ada dimensi kontemplasi di dalamnya yang bisa merubah arah kehidupan seseorang. Hal ini mengakibat setiap segmen kehidupan yang paling kritis maupun paling mendebarkan, dalam berbagi kultur disakralkan. Bahkan dalam masyarakat paling kolektif sekalipun persoalan rumah tangga dan antar keluarga tidak dapat serta merta dicampuri oleh pihak lain.

Hal ini karena ada sebuah nuansa perasaan dan kompleksitas kesadaran yang tidak dipahami oleh orang lain. Kehidupan bersama dan pergaulan menciptakan sebuah dunia yang dialami bersama, yang tidak serta merta dapat diakses oleh orang lain di tersebutluar margin hubungan. Hanya diantara mereka yang berinteraksi nuansa tersebut dapat dikomunikasikan dan kemudian menjadi titik untuk menentukan arah kehidupan selanjutnya.

Namun ketika kompleksitas hubungan tersebut menjadi bagian dari sesuatu yang dipertontonkan. Maka elemen kompleksitas manusia menjadi samar. Berbagai konflik terreduksi menjadi sekedar tontonan. Yang real menjadi disamakan dengan yang tidak real. Reality show penyelesaian konflik sebuah rumah tangga yang bakal berdampak bagi kehidupan mereka pasangan suami istri demikian juga kepada anak-anaknya bagi penonton tidak lebih berharga dari sebuah tayangan komedi atau kuis yang ditampilkan tidak secara alami. Bahkan didramatisir, dengan musik maupun pembawa acara yang menciptakan konteks sedemikian rupa agar menyerupai kisah kehidupan nyata tersebut menjadi melodrama yang mengetarkan.

Etika vs Kevulgaran
Oleh sebab itu meskipun acara reality show sama menguntungkannya dengan sebuah acara sinetron striping, menjadi pundit-pundi penjaring iklan. Namun tidak serta merta ruang pribadi dapat dibredel dengan alasan profit.

Kalaupun mereka yang mengekspos kehidupan pribadnya adalah berdasarkan keputusannya sendiri. Namun popularitas dan materi dapat membuat seseorang buta akan sakralnya ruang pribadinya. Dan ada baiknnya stasiun televis ikut menjaganya.

Menghadapi manusia berarti menghargai ruang dimana ia menentukan arah hidupnya. Biarlah ruang itu tetap sakral dan tidak menjadi sebuah tontonan yang mereduksi maknanya semata-semata sebagai tontonan yang bersifat hedonisme.

Sebagaimana televisi memiliki etika yang membatasi dalam penayangan acara. Khususnya untuk acara-acara kekerasan maupun seksual. Namun kekerasan dan ketelanjangan yang sama juga ada dalam penyingkapan berbagai konflik yang sangat pribadi. Oleh sebab itu televisi perlu dibatasi untuk menangkat hal yang berhubungan dengan kehidupan nyata yang kaya akan nuansa perenungan. Dan tidak menjadikannya semata-mata tanyangan pengisi jam tayang untuk mendatangkan pundit-pundi uang dari iklan.

Tuesday, 23 June 2009

JIKA ANDA SUKA MEMBAWA LAPTOP DALAM MOBIL, WASPADALAH!!!


Para pelaku kejahatan tidak pernah lelah menciptakan modus-modus baru untuk mencuri barang berharga. Salah satunya yang sering menjadi sasaran adalah Leptop. Mengingat harganya cukup mahal, mudah dijual dan gampang dicuri. Sehingga pelaku pencurian berupaya mendapatkan barang berharga tersebut dengan cara-cara yang dapat memperdaya pemiliknya.

Seperti halnya yang baru ini saya alami. Laptop milik kantor dengan merek Toshiba lenyap dengan mudah, dicuri dari dalam mobil saya. Kejadian ini terjadi tepat di pintu keluar Universitas Indonesia Depok, pada hari Senin jam 10.00 WIB( 21/6/09).

Pada saat itu saya memutuskan membawa mobil agar tidak repot menenteng laptop dan tas. Karena kalau naik angkot bisa dibayangkan repotnya. Setelah saya melewati Guna Darma, tepat sebelum jembatan kali Ciliwung, seorang pengendara motor berupaya menarik perhatian saya. Ia memberi kode, menunjukkan jika bagian ban belakang mobil kempes. Dan seketika itu ia berlalu.

Tentu saya spontan menurunkan kecepatan untuk kemudian meminggirkan mobil. Dan tepat setelah jembatan Ciliwung saya meminggirkan mobil. Kemudian saya turun, namun sebelumnya saya mengunci pintu.

Tapi anehnya ketika saya periksa sepertinya tidak ada kerusakan. Sayapun memutuskan kembali melanjutkan perjalanan.

Namun belum sampai beberapa puluh meter tepat jalan masuk ke Kampus UI, seorang pengedara motor kembali menarik perhatian saya. Ia juga menunjuk-nunjukkan bagian belakang mobil seolah ada kerusakan. Sebagaimana pengendara motor sebelumnya, ia kembali berlalu,

Sayapun segera meminggirkan mobil tepat di depan kompleks penjual bunga setelah pintu keluar kampus UI. Namun ketika saya turun, seorang pengedara motor lain mendekat saya. Ia memberitahu kalau ada baut yang lepas dari ban mobil.

Spontan saya periksa ban dan anehnya baut terpasang dengan baik tanpa sempat mengunci pintu mobil. Seketika itu ia bergegas meninggalkan saya.

Saya cek-cek lagi bagian samping kanan mobil, sepertinya tidak ada masalah. Namun ketika melihat ke sebelah kiri ternyata pintu mobil bagian samping sudah terbuka.

Dan saat saya mengecek ke dalam mobil ternyata hanya tas saya yang tertinggal. Sedangkan tas laptop sudah raib. Kejadian tersebut membuat saya lemas seketika.

Pada hari yang sama saya melaporkan ke Polisi di wilayah Jakarta Selatan, ternyata pencurian dengan modus tersebut sudah sering sering. Khususnya di kawasan Depok hingga Tanjung Barat.

Polisi sedang berupaya menangkap pelaku pencurian tersebut. Namun kesulitannya mereka sangat mobil dan berpindah-pindah. Pihak kepolisian mengatakan jika modus ini dilakukan secara berkelompok.

Oleh sebab itu jika Anda sering membawa Laptop berpergian dengan mobil Anda, sebaiknya berhati-hatilah. Banyak pelaku pencurian yang mengincar barang berharga tersebut.

Jika membawa Laptop simpanlah di tempat tersebunyi yang tidak bisa dilihat dari balik kaca mobil. Semisal di bawah jok. Atau gunakan penutup yang tidak seperti tas laptop, seperti tas pundak, dsb.

Seandainya ada orang yang menarik perhatian Anda dengan menujukkan seolah ada kerusakan pada mobil Anda, jangan segera berhenti. Tetaplah melaju sampai Anda menemukan tempat yang aman dan ramai. Ketika Anda turun kuncilah pintu.

Oleh sebab itu waspadalah setiap saat. Karena saat ini pelaku-pelaku kejahatan berkeliaran dimana-mana. Termasuk di lokasi-lokasi yang mungkin sering Anda lalui.

Tuesday, 2 June 2009

MEDITASI UNTUK KESEHATAN JIWA DAN JESMANI


Meditasi menurut para spiritualisme adalah cara untuk membebaskan diri dari angan-angan dan bertemu dengan hati nurani yang berakhir dengan kedamaian batin. Walaupun meditasi pada masa kini berkembang menjadi salah satu seni untuk meningkatkan kesehatan jiwa dan tubuh, namun pada dasarnya meditas dalam kacamata spiritulisme bersifat religius. Yakni untuk bertemu dengan Tuhan melalui kedalam diri manusia.

Pada prinsipnya meditasi adalah kegiatan untuk memasuki alam bawah sadar kita. Pada saat kita menyelami pikiran bawah sadar kita mengalami proses peningkatan kesadaran. Semakin dalam menyelam melalui alpha, tetha, delta, dan seterusnya, kita akan bisa mencapai puncak kehidupan spiritual. Di situ kita bisa menemukan tujuan hidup kita yang sebenarnya.

Hasil penelitian membuktikan bahwa meditas dapat membantu seseorang untuk melepaskan diri dari tekanan stress. Serta meningkatkan daya tahan seseorang terhadap serangan penyakit bahkan juga kanker. Penganut agama Buddhisme Tibet percaya bahwa meditasi mampu menempatkan manusia selaras dengan energi-energi alam yang menguntungkan. Ketika melakukan meditasi untuk penyembuhan mereka yakin bahwa mereka menyentuh ke dalam energi-energi yang menyembuhkan tersebut. Orang Mesir kuno menyebutkan tenaga-tenaga yang kuat ini Ka, orang Cina tradisional menyebutkannya Chi dan orang India menyubutkam kekuatan ini prana.

Selain memberikan kesembuhan, menurut kaum spiritualisme, meditas mampu membawa manusia pada pencerahan batin. Membuat manusia lebih bijaksana karena ia bisa membebaskan diri dari hawa nafsu dan membawanya pada hati nurani. Dengan terbebasnya manusia dari hawa nafsu maka iapun kemudian merasakan kedamaian.

Adapun esensi meditasi adalah berakhirnya pikiran sadar (conscious mind) kemudian memasuki dimensi lain yang berada di alam bawah sadar (subconscious mind) dan supra kesadaran (supraconscious mind). Meditasi berarti keheningan (silence) – diam (stillness) – kesendirian (solitude).

Keheningan muncul apabila pikiran sadar kita telah berhenti sepenuhnya. Diam berarti berhentinya aktivitas fisik atau setidaknya irama aktivitas fisiologis yang lambat, sedangkan kesendirian berarti Anda harus melakukannya sendiri tanpa bantuan, tuntunan, atau kehadiran orang lain.

Berikut adalah tips untuk melakukan meditasi secara sederhana dan mudah:
1.Lakukan senam ringan (stretching) selama + 10 menit kemudian lakukan aktivitas pernapasan seperti yang telah dijelaskan pada edisi minggu lalu. Ini perlu dilakukan agar badan kita segar dan frekuensi gelombang kita mulai memasuki alpha.

2.Pindah ke dalam ruang khusus yang teduh dan sunyi, di mana kita tidak akan terganggu dengan suara televisi, telepon atau apa saja yang mengganggu kekhusyukan kita. Kita bisa menggunakan kaset atau CD lagu khusus untuk meditasi atau musik klasik barok untuk membangun suasana hening. Jika anda suka, dapat digunakan aroma wewangian (aroma therapy).

3.Posisi bisa duduk dengan telapak kaki sejajar lantai atau bersila tanpa menyilangkan kaki (untuk menghindari kesemutan). Pejamkan mata dan mulai melakukan visualisasi anda berada di sebuah tempat yang damai dan nyaman.

4.Lakukan meditasi sekitar 15-30 menit.

Meditasi juga dapat dilakukan sambil membacakan doa-doa yang berisikan ungkapan kebesaran Tuhan atau doa hapalan yang sering diucapkan.

a.Langkah awal adalah dengan Sikap duduk: bebas, yang penting punggung tegak untuk menciptakan rileks tapi sadar penuh. Pernapasan diusahakan tetap teratur.

b.Tutuplah mata Anda, kemudian tarik nafas dan kemudian buang secara perlahan-lahan. Dan kemudian perhatikan pernafaan Anda. Sambil Anda mengindahkan segala pikiran yang menganggu dalam pikiran Anda.

c.Lemaskan otot Anda. Bermula dengan kaki Anda dan meningkat sampai betis, paha, dan perut, lemaskan berbagai kelompok otot dalam tubuh Anda. Kendorkan kepala, leher, dan kedua bahu Anda dengan memutar secara perlahan-lahan kepala Anda dan angkat kedua bahu sedikit. Untuk lengan dan tangan Anda, rentangkan kemudian lemaskan, kemudian jatuhkan secara alami ke dalam pangkuan Anda

d.Kemudian bacalah doa yang telah Anda pilih dan ucapkan secara perlahan mengikuti irama pernafasan. Atau frasa yang sesuai keyakinan Anda seperti “ Tuhan adalah kekuatanku”, “ Aku percaya Tuhan yang Esa”, “ Kebahagiaan ada di dalam batin”, dsb.

e.Ulangi doa-doa tersebut hingga beberapa kali. Untuk waktu melakukan meditas tentu hal ini tergantu daya tahan Anda. Bahkan Anda tahan hingga lebih dari 2 jam. Hal ini bagi mereka yang telah terbiasa, meditasi bisa mendatangkan ketenangan mendalam sehingga banyak orang yang menjalankannya tidak menyadari sudah berapa waktu yang ia habiskan bermeditas.

Sunday, 17 May 2009

APA KATA KAUM SPIRITUALISM TERHADAP KESEHATAN JIWA


Menurut kaum spiritualisme, kebahagiaan dan kedamaian bisa dirasakan oleh setiap orang, asal mereka memadang kehidupan dengan cara yang benar. Pada dasarnya sumber dari segala penderitaan dan tekanan yang dihadapai adalah bersumber dari keinginan atau angan-angan.

Nah, kira-kira apa maksudnya dengan angan-angan?

Angan-angan, dalam pemahaman saya adalah mengharapkan sesuatu yang bakal terjadi di masa depan dalam kehidupan kita. Dan saya yakin kebanyakan dari kita memiliki angan-angan.

Kebanyakan dari kita hidup dengan berbagai macam ambisi dan harapan. “ Saya ingin kaya, saya ingin punya mobil, saya ingin mempunyai usaha”. Dan orang yang memiliki angan-angan tersebut adakalanya akan mengorbankan apa yang terjadi saat ini. Yang ingin mendapatkan karir yang bagus akan menghabiskan waktu dan kesengannya untuk bekerja dengan keras. Atau seorang anak muda yang ingin mendapatkan kesempatan untuk memasuk UPTN bakal belajar keras dan meninggakan kesangannnya bergaul dengan teman-temannya.

Namun menurut pandangan kaum spiritulisme, semakin tinggi angan-angan maka seseorang semakin tidak merasakan tentram dan kedamaian hati. Ia kemudian dikuasai oleh angan-angannya itu sendiri. Seolah hidupnya bakal hancur dan tidak bahagia kalau apa yang menjadi angan-angannya tidak terpacai. Sehingga semakin tinggi angan-angan seseorang maka semakin besar pula kecemasannya dan kekhawatirannya jika angan-angannya tidak tercapai.

Orang yang berambisis mengejar karir akan menjadi cemas ketika menghadapi tantangan mencapai tujuannya tersebut. Seorang muda yang ingin mengejar jabatan akan menjadi cemas ketika terjadi pergantian kepemimpinan di kantornya dimana muncul khawatir ia tidak lagi diperhitungkan.

Dan ketika gagal meraih tujuannya banyak orang yang kemudian menganggap bahwa hidup mereka telah hancur. Seperti halnya yang terpadi pasca pemilu 2009 dimana banyak calon legislatif yang tidak terpilih menjadi anggota legislatif menjadi frustrasi dan bahkan menjadi gila. Karena seolah hidupnya tidak lagi bermakna jika ia tidak mendapatkan tempat di Dewan Perwakitan Rakyat.

Menurut kaum spiritualisme, angan-angan berasal dari nafsu. Nafsu pada dasanya muncul dari dorongan intenal tubuh manusia untuk memenuhi kebutuhnannya. Misalnya angan-angan untuk mendapatkan makanan yang enak berasal dari nafsu untuk makan. Namun adakalnya nafsu ini bisa menghasilkan angan-angan yang seolah sangat penting bagi kehidupan manusia pada hal tidak. Seperti nafsu akan kekuasaan sehingga menciptakan angan-angan untuk mendapatkan jabatan.

Namun sebagaimana nafsu akan makanan yang tidak pernah mati selama manusia hidup. Maka nafsu lainnyapun tidak akan pernah mati dan terus menciptakan angan-angan untuk dikejar oleh manusia. Jadi ketika seseorang sudah mendapatkan jabatan sebagai manager maka akan muncul lagi angan-angan untuk mendapatkan posisi sebagai Dirut.

Sepasang suami istri yang sudah mendapatkan angan-angannya untuk menikah kembali merasakan kekhawatiran karena setelah menikah selama 1 tahun belum juga memiliki keturunan. Seorang sarjana yang sudah mendapatkan pekerjaan mulai cemas karena selama 5 tahun bekerja ia belum memiliki rumah.

Angan-angan tidak pernah mati dan bakal mendatangkan kecemasan dan kekhawatiran bagi kita. Oleh sebab menurut kaum spiritualisme, untuk mematikan angan-angan harus diawali dengan pengendalian hawa nafsu, ambisi dan keinginan yang berlebihan terhadap masa depan. Serta menikmati apa yang terjadi pada hari. Membuka diri terhadap keunikan yang bisa diraih pada saat ini dan bukan besok. Dan sesunggunya sumber kebahagian tidak berasal dari sesuatu di luar kita melainkan dari dalam diri kita. Jika kita menikmati makanan, sebenarnya kesenangan yang kita peroleh bukan berasal dari makanan yang kita peroleh, karena orang yang sedang sakit gigi atau terkena sakit pencernaan sulit merasakan kenikmatannya walaupun makanan yang dimakan sama.

Bagi kaum spiritualisme kehidupan mereka tidak dituntun oleh angan-angan melainkan hati nurani yang akan memberikan pengajaran tentang apa yang harus mereka lakukan untuk hari ini. Dan langkah yang mereka pilih untuk mengendalikan hawa nafsu dan bersentuhan langsung dengan hati nurani adalah melalu meditasi. Dia manusia mengosongkan pikiran, merasakan kedamaian lepas dari angan-angan dan belajar untuk mendengar hati nurani.

Dan apa yang bisa kita pelajari dari pandangan kaum spiritulisme? Tentu pertama kita diingatkan untuk jangan terlalu larut dengan berbagai target-target atau ambisi untuk meraih sesuatu di masa depan dengan mengorbankan masa sekaran. Ingat bahwa semakin tinggi ambisis kita mengejar sesuatu maka akan semakin sering kita merasa cemas dan tidak tidak damai.

Kemudia berhat-hati dengan kemungkinan tujuan kita tersebut menyederhanakan kehidupan kita. Seolah-olah ketika apa yang menjadi harapan kita tidak tercapai maka kehidupan kita menjadi gagal atau kita tidak mungkin merasa bahagia.

Kendalikan nafsu anda, biarkan diri Anda menikmati hari dengan rasa damai. Jika dimungkinkan siapkan waktu dalam kehidupan Anda untuk sejenak hening atau bermeditasi. Dimana Anda melepaskan diri Anda dari berbagai macam tujuan atau target-target yang membebani Anda.

Dan penting diingat bahwa kebahagiaan yang bisa kita alami bukan berasal dari apa yang kita raih, tapi sesungguhnya berasal dari diri kita. Akan sangat mudah seseorang untuk merasa jenuh dengan keberhasilan yang ia peroleh dan tadinya begitu ia idamkan.

Kedamaian adalah persoalan hati, demikian menurut seorang spiritualisme. Hal ini diraih tidak dengan sekedar mengejar tujuan atau angan-angan. Namun dengan membiasakan diri untuk mendengarkan hati nurani, yang biasanya mengajarkan seseorang untuk bersikap sabar, melimpah dengan empati dan keinginginan untuk berbuat kebaikan. Dan jika itu dilakukan, kebahgiaan juga bisa dirasakan. Hebatnya hal ini bisa dilakukan hari ini tanpa menunggu besok.

Itulah sebabnya maka seorang spiritulis bisa merasakan ketentraman meskipun berada di tengah kondisi kehidupan kota yang bising. Dan semua itu tergantung bagaimana cara kita memandang kehidupan kita. Jadi tidak ada salahnya belajar dari kaum spiritualisme untuk membuat jiwa Anda sehat dan tentram.

Thursday, 14 May 2009

PKS FOBIA


Banyak dari teman-teman saya yang muslim maupun non-muslim (termasuk saya) yang tengah mengalami fobia terhadap salah satu partai politik yang tengah naik daun. Ketika Partai demokrat menjalin koalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), seketika itu juga beberapa dari teman-teman saya tersebut mulai berpikir dua kali untuk memilih SBY dalam pemilihan presiden nanti. Padahal sebelumnya sebelumnya mereka sangat mendukung SBY untuk kembali men jadi presiden.

Mengapa mereka tiba-tiba berbalik arah? Karena mereka khawatir bagaimana jika PKS menang dan kemudian kader-kadernya kemudian duduk di pemerintahan. Apakah mereka kemudian menegakkan ideologi yang mereka pegang teguh selama ini. Atau juga mencoba mengintervernsi kebijakan SBY menjadi terdistorsi dengan pandangan mereka tentang bagaimana masyarakat harus dijalankan.

Pertanyaan kemudian mengapa PKS begitu menakutkan bagi teman-teman saya dan sebagian orang? Hal ini karena ada pandangan bahwa PKS membawa pemikiran radikal. Bahkan teman saya, seorang muslim mengatakan bahwa PKS berisikan ekstrimis yang mendapatkan pengaruh radikalisme dari Timur Tengah. Dan ada tendensi PKS ingin menjadikan Indonesia menjadi negara Islam.

Dan dalam sebuah artikel tentang radikalisme Islam di Indonesia yang pernah saya baca, bahwa para tokoh di PKS diduga memiliki hubungan dengan organisasi Ikhwanatul Muslimin. Organisasi Islam yang didirikan di Mesir oleh Hasan al Banna, pada pertengahan abad ke-20. Dimana organisasi ini pada awalnya berorientasi pada dakwah dan kegiatan sosial namun ketika memiliki massa pendukung yang kuat mereka berubah menjadi radikal. Dimana perjuangan mereka adalah untuk menegakkan kembali tidak hanya negara Islam namun kekhalifahan Islam.

Namun saya secara pribadi tentu tidak bisa mengatakan bahwa pandangan tersebut benar atau tidak. Karena saya tidak pernah meneliti tentang sepak terjang PKS secara langsung. Hanya saja sebagaimana teman-teman saya dan saya sendiri yang mengalami fobia PKS membangun streotype tentang PKS berdasarkan pengalaman pribadi.

Konon sepengetahuan saya Institut Pertanian Bogor adalah basis PKS. Sehingga tidak heran banyak kader PKS yang sekarang menduduki jabatan di pemerintah adalah pengajar di IPB. Dan saya adalah alumni dari kampus tersebut. Berdasarkan pengalaman saya tumbuh subur organisasi-organisasi kerohanian Islam yang mengusung ide-ide radikal.

Saya tidak tahu pasti organisasi mana yang menjadi akar dari PKS di IPB. Namun sepertinya teman-teman di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yang sangat moderat sepengetahuan saya, tidak terlalu berorientasi ke PKS. Dan beberapa kali ada kegiatan atau aksi yang dilakukan PKS saya mengenali beberapa mahasiswa Rohis (rohanian Islam) yang berasal dari organisasi Kerohanian yang agak ekstrim ikut serta. Sehingga saya menduga beberapa organisasi yang agak ekstrim di IPB memiliki keterkaitan dengan PKS.

Dan seberapa ekstrimkah organisasi tersebut? Hal ini mungkin bisa dilihat dari aktivitas mereka.

Mahasiswa yang bergabung dalam organisasi tersebut mempertahankan penampilan yang berbeda dengan mahasiswa kebanyakan. Mereka menggunakan baju lengan panjang, celana mengantung sehingga terlihat mata kaki dan memelihara jengot. Tentu ada alasan mengapa mereka memiliki penampilan demikian, namun saya tidak terlalu tahu pasti. Namun mereka tidak merasa asing dengan perbedaan yang mereka pertahankan, karena itu tadi, mereka memegang kebenaran yang sangat absolut dalam pikiran mereka.

Namun keekstriman dari organisasi ini akan sangat terlihat dari aktivitas mereka. Saya pernah punya pengalaman yang tidak mengenakkan dengan para rohis dari organisasi radikal tersebut. Kejadian ini terjadi kalau tidak salah 6 tahun yang lalu ketika saya masih kuliah pada semester akhir.

Suatu ketika saya dan kawan-kawan mengadakan kegiatan pengumpulan dana amal untuk membantu korban bencara alam di Indonesia Timur (saya tidak ingat Provinsinya). Maka kami mengadakan konser musik akustik di salah kantin di kampus Darmaga IPB. Izin dari dekan sudah kami peroleh, karena kegiatan ini bersifat sosial maka kampus cukup mendukung. Jadi kami optimis acara ini akan berjalan dengan lancar.

Semua peralatan sudah disiapkan sejak pagi hari mulai peralatan musik hingga sound sistem. Dan mahasiswa pengunjung kantin tampak antusias dengan acara ini. Dan beberapa mahasiswi yang sudah cukup di kenal di kampus sebagai penyayi kampus sudah bersiap-siap membawa beberapa lagu manis.

Namun tanpa kami sangka-sangka muncul masalah yang tidak kami perhitungkan sebelumnya. Ketika saya sedang menyiapkan peralatan, memasang alat musik dan sound sistem, tanpa saya saya sadari 5 orang rohis yang sudah berdiri mengelilingi saya. Dan salah seorangnya kemudian mendekati saya dan bertanya.

” Mas, ini acara apa?

” Ini acara musik untuk amal, mas”. Jawab saya

“ Apakah kami bisa meminta judul lagu-lagu yang akan dinyanyikan dan syairnya?”, tanyanya sedikit mengintimidasi.

“ Wah, mengenai lagu, kami tidak ada listnya, biasanya akan mengalir begitu saja, memangnya ada keperluan apa?,”. Saya merasa agak tidak nyaman dengan keberadaan dan pertanyaan rohis tersebut.

“ Maaf ,mas, kami tidak bisa mentolerir jika lagu-lagu cinta di bahwa di tempat ini. Itu tidak sesuai dengan kaidah Islam. Apalagi jika ada duet penyanyi pria dan wanita yang dan saling bersentuhan itu haram”, ungkapnya dengan nada meninggi.

“ Jadi menurut, mas, musik bagaimana yang benar?”, tanya saya dengan nada agak kesal.

“ Islam memiliki musik yang benar. Jadi kalau boleh acara ini dibatalkan untuk menghormati umat Islam”, ungkapnya dengan nada menekan.

”Oke, mas, saya cuma mau bilang ini acara ini acara amal, membantu orang yang sedang terkena musibah, apakah membantu orang yang sedang kesusahan adalah haram hukumnya, mas?, saya mencoba mengintimidasi balik.

” Tentu tidak”.

” Jadi, tentu mas harusnya setuju dengan acara ini. Masalah lagu, kami juga orang rohani sama seperti mas, ada dari HMI, GMKI maupun PMKRI, jadi pandangan kita tentang musik agak tidak jauh berbeda. Kami tidak berharap lagu -lagu yang akan dinyanyikan pas acara ini mengumbar percintaan tapi lagu-lagu yang universal. Apakah Islam tidak setuju dengan lagu-lagu tentang Tuna, alam atau cinta sesama?

” Tidak ada masalah dengan lagu-lagu seperti itu”, jawabnya.

” Jadi tolonglah toleransinya, apalagi acara ini sudah kami persiapkan jauh-jauh hari”, saya coba menekan.

Ia kemudian tertegun sejak. Dan kemudian meninggalkan saya untuk berdiskusi dengan teman-temannya. Tak lama ia kembali kepada saya.

” Oke, kami setuju dengan acara ini tapi, mohon acara ini harus diberhentikan sejenak ketika azan, dan kalau ada pria dan wanita saling bersentuhan ketika menyanyi kami tidak segan-segan menghentikan acara ini secara paksa”, demikian opsi yang ia sampaikan.

Sayapun dengan berat hati menerima opsi yang ia tawarkan. Dan ketika saya memperhatikan sekeliling saya ternyata beberapa teman panitia yang terlihat tegang bahkan ada yang sampai menangis. Ternyata sebelumnya mereka juga mendapat intimidasi dan syok. Hanya saja mereka keburu khawatir bahwa acara ini akan gagal.

Ini adalah salah satu contoh. Namun beberapa acara musik kampus secara naas mengalami pemberedelan oleh para rohis, bahkan ada yang sampai harus dibubarkan dengan massa yang tidak tahu datang dari mana. Seolah-olah mereka adalah polisi moral yang memantau setiap aktivitas di kampus.

Tidak hanya itu, seringkali saya harus miris melihat bagaimana poster-poster yang bersifat provokasi di pampang di mading-mading kampus. Secara terang-terangan mereka menyebut agama tertentu sebagai kafir. Bahkan yang paling menakutkan saya adalah ketika terjadi kerusuhan di Ambon, gambar korban-korban di pihak muslim di tampilkan di papan mading. Tentu saya selaku mahasiswa kristen, merasa khawatir jika gambar-gambar ini sampai memprovokasi untuk timbulnya konflik yang sama seperti di Ambon.

Pada poster-posternya mereka juga menyatakan anti terhadap demokrasi, Amerika. Dan merindukan kembali masa-masa kekhalifahan. Serta mengajak mahasiswa ikut seminar untuk bisa menangkal Kristenisasi. Bahkan ada juga poster yang secara terang-terangan mengundang mahasiswa berjihad.

Tentu jika akar dari PKS adalah organisasi radikal tersebut. Atau PKS memiliki keterkaitan dengan organisasi demikian, khususnya dalam hal ideologi, tentu hal ini menjadi sangat mengkhawatirkan. Bagaimana jika intimidasi yang saya dan teman-teman yang pernah alami pada tataran mikro di lingkungan kampus menjadi eksis juga pada tatanan negara. Wajar jika kemudian saya dan teman-teman yang pernah mengalami pengalaman buruk dengan organisasi yang memiliki keterkaitan dengan PKS kemudian mengembangkan fobia terhadap PKS.

Disamping itu konon Menteri Pertanian adalah kader PKS. Dan kebetulan saya juga adalah karyawan di Departemen tersebut. Tentu saya tidak ingin menduga-duga, namun menurut kawan-kawan, terdapat kebijakan diskriminasi di tubuh Departemen tersebut. Bahwa pejabat-pejabat non-muslim yang dicopot dengan berbagai alasan yang tidak jelas. Dan ini mau tidak mau saya amini, karena di tempat saya bekerja banyak pejabat non-muslim yang sebenarnya potensial tiba-tiba dicopot.

Saya kemudian menduga-duga apakah kader PKS memiliki fobia yakni non-muslim fobia. Saya membayangkan jika saya kemudian kader PKS mendapatkan jabatan yang lebih tinggi misalkan saja presiden, bagaimanakah nasib warga bangsa ini yang terlahir sebagai non-muslim?

Tentu saya berharap bahwa fobia PKS yang saya dan teman-teman saya milik hanyalah streotype yang tidak memiliki dasar. Karena sesungguhnya PKS sebagai partai politik tidak memiliki agenda untuk menegakkan Indonesia sebagai negara agama, dan menerapkan aturan sosial sebagai menurut kebenaran mereka. Dan, hal yang paling mengkhawatirkan dan mudah-mudahan PKS tidak memiliki keterkaitan dengan organisasi Ikhwanatul Muslimin, sehingga ia tidak memindahkah konflik yang sebenarnya berakar dari persoalan di Timur Tengah ke Indonesia yang memiliki sejarah kehidupannya sendiri. Dan tidak memiliki keterkaitan geneologi ras dan budaya dengan orang-orang di Timur Tengah. Atau mengembangkan cara-cara seperti organisasi radikal tersebut yang awalnya mengembangkan aktivitas sosial dan dakwah yang mengundang simpatik namun ketika mendapatkan dukungan massa yang luas berubah menjadi radikal.

Dan yang terpenting PKS pada dasarnya memiliki tekad meneruskan perjuangan para pendiri bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk mendirikan negara kesatuan Indonesia. Bukannya merusak tatanan yang sudah dibangun demi sebuah ideologi dan fanatisme yang tidak relevan dengan Indonesia. Semoga fobia PKS, seperti yang kami alamai, bisa sirna dengan bukti-bukti nyata yang ditunjukkan kader-kadernya aktivitas politik PKS yang menghargai keberagaman, menjaga kesatuan dan bahu-membahu dengna berbagai komponen bangsa untuk menjadikan Indonesia sebagai negara bermartabat.

Tuesday, 12 May 2009

APAKAH YANG DIAJARKAN SEORANG ANAK KECIL KEPADA ANDA?


Apakah anda pernah memperhatikan aktivitas seorang anak kecil? Dan hal apa yang bisa Anda peroleh dari padanya?

Barangkali kebanyakan dari kita menganggap bahwa pekerjaan seorang anak kecil tidak bermakna. Paling kita hanya bisa dibuat tertawa karena tindakan konyol. Maklumlah anak kecil.

Bobi kecil suka sekali bermain puzzle. Ia merangkainya dengan tekun satu persatu. Namun ia sangat kesulitan memasukkan kepingan di kolom yang tepat. Meskipun sudah hampir memasukkan seluruh kepingan, eh, tiba-tiba ia membelikan kertas puzzle dan semuanya berantakan. Apakah ia sedang kesal atau marah karena sulit menyelesaikan puzzle. Ternyata tidak, pada saat berantakan ia malah tekekeh-kekeh geli.

Namun menurut pandangan seorang psikologi, Shoshanna Is, yang juga menaruh perhatian pada aplikasi zen dalam psikolog, anak-anak bisa menjadi guru kita untuk memiliki karakter positif. Anak-anak dapat mengajarkan orang dewasa bagaimana menghadirkan kembali inner child dalam diri kita.

Bahkan seluruh praktek zen secara sederhana mengajarkan kita untuk kembali menjadi kanak-kanak. Namun bukan menjadi kenakan-kanakan melainkan menyerupai anak-anak. Karena dalam diri anak-anak terdapat sejumlah karakter yang bermanfaat buat pribadi dewasa kita.

Namun sesungguhnya apakah yang sebenarnya diajarkan master zen cilik kepada kita?

Percaya, Anak-anak tidak suka sinis dan jarang merasa kecewa. Mereka memiliki kepercayaan terhadap dunia maupun orang lain. Bahkan menurut Shoshanna Is, sisi kekanakan-kanakan ini perlu dipelihara agar orang dewasa mampu melihat segala sesuatu disekelilingnya dengan sudut pandang lebih baik. “ Lihatlah dunia sebagaimana anak-anak memandangnya”.

Kagum, Anak-anak diperuhi rasa kagum dan senang. Mereka senantiasa kagum dan menikmati hal-hal yang kecil. Misalnya saja melihat badut yang menari-menari menjadi sesuatu yang luas biasa di mata seorang anak kecil. Berbeda dengan orang dewasa yang hanya kagum kepada hal-hal yang fantastik, tidak biasa. Sehingga harus membayar mahal untuk melihat sesuatu yang spektakuler.

Berorentasi pada masa kini, Tidak ada masa lalu dan masa depan bagi anak-anak. Perhatian mereka terfokus pada apa yang terjadi saat ini . Berbeda dengan orang dewasa yang lebih terfokus pada masa depan. “ Aku harus mengejar target ini !”. Atau yang terus-terusan merasa kecewa atau marah karena apa yang terjadi di masa lalu.

Memaafkan, Bisa saja seorang anak-anak sakit hatinya, namun kondisi tersebut tidak bertahan lama. Nyatanya mereka bisa cepat melupakan masa lalu. Sedangkan orang dewasa cenderung sulit melupakan kesalahan orang lain, sehingga dalam hukumnya berlaku istilah dendam atau balas dendam.

Bebas, Anak-anak belum sepenuhnya belajar untuk penduli dengan apa yang orang lain pikirkan kepadanya sehingga mereka bebas melakukan dan mengatakan segala sesuatu yang diinginkannya. Sedangkan orang dewasa tindakan dan tingkah lakuknya sangat ditentukan penerimaan dan penilaian orang. “ Apa kata orang, ya, jika aku berbuat seperti ini?”.

Emosional, Hal yang luar biasa dari seorang anak kecil adalah ia bisa merasakan dan mengekspresikan emosinya, apakah itu marah, gembira, takut dan segalanya kemudian berlalu begitu saja. Mereka merasakan dan mengekspresikan perasaanya secara penuh dan total namun mereka cepat kembali kondisi normal dengan segera. Sedangkan orang dewasa adakalanya memendam atau menutup-nutupi perasaannya , khawatir jika berakibat penolakan dan respon yang negatif dari orang lain.

Hanya saja setelah kita dewasa banyak hal yang berubah. Kita mulai perduli apa yang orang lain pikirkan. Kita tidak lagi berorientasi masa kini, dan memusingkan apa yang bakal terjadi di masa depan dan apa yang terjadi di masa lalu. Kita kerap kali merasa stress oleh berbagai problem dan tidak lagi mampu merasa kagum terhadap hal-hal yang kecil.

Namun sisi kanak-kanak tersebut masih tertinggal dalam diri kita, sisi diri kita yang berorientasi masa kini, gembira, positif, suka bermain dan tulus. Di bawah ini ada langkah untuk sisi kekanak-kanakan tersebut:

1. Arahkan perhatian pada masa kini.
Biasakan untuk mengarahkan perhatian pada hal-hal yang terjadi saat ini dengan memberikan perhatian pada setiap pekerjaan yang sedang kita lakukan. Tidak penting hal apa yang sedang kita lakukan selama hal tersebut kita lakukan saat ini. Nikmati apa sedang kamu lakukan, lakukan dengan sungguh-sungguh. Berikan perhatian kepada hal-hal kecil, lakukan dengan relax.

2. Bereksplorasi.
Latihlah diri anda untuk melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Bayangkan anda sedang melihat atau melakukan segala sesuat pada saat pertama kali.

3. Tertawa dan tersenyum.
Tidak ada yang bisa menghadirkan sisi kekanak-kanakan anda lebih cepat dari pada membiasakan tertawa terbahak-bahak. Dengarkan hal-hal yang lucu, ceritakan lelucon dengan teman-teman, lakukan hal-hal yang konyol dengan teman-teman anda, carilah sesuatu yang membuatmu tertawa.

4. Bermain.
Lakukanlah permainan-permainan yang menyenangkan ketika anda kecil. Apakah anda bermain mobil-mobilan atau boneka-bonekaan. Jika anda tidak nyaman melakukan permainan yang terlalu kekanak-kanakan Anda bisa memilih permainan anak-anak yang bisa dimainkan orang dewasa seperti bermain layangan, yoyo atau apapun selama itu menyenangkan.

5. Berlari.
Sesuatu hal yang sering dilakukan anak-anak dan cukup bermanfaat adalah berlari-berlari atau melompat-lompat. Mereka tidak pernah habis energi untuk kegiatan seperti itu. Temukan taman dan cobalah lakukan. Coba kombinasikan berlari dengan tertawa dan penuh kegembiraan.

6. Penerimaan dan memaafkan.
Anak-anak memiliki ide yang baik tentang hal ini . Memaafkan tidak saja bermanfaat bagi orang-orang disekeliling anda namun juga akan meningkatkan kedamaian dalam diri Anda. Rasakan perasaan anda tapi biarkan mereka berlalu Biarkan diria anda bisa memaafkan orang lain.

Monday, 4 May 2009

ANDA INGIN MEMILIKI BUKU KARYA SENDIRI?


Apakah Anda ingin membagikan pengetahuan dan pengalaman yang anda miliki, melalui sebuah buku?

Atau Anda ingin menuliskan kisah dan pelajaran hidup yang Anda alami ke dalam sebuah buku?

Apakah Anda ingin memiliki pekerjaan sampingan dengan menulis buku?

Apakah Anda ingin memiliki penghasilan mengiurkan dari menulis buku?


Andapun bisa memiliki dan menuliskan buku karya sendiri. Dan membuat buku memang tidak bisa di bilang mudah namun juga tidak sulit. Namun dengan mengetahui trik-trik dasar penulisan buku maka Anda bisa memiliki karya sendiri dengan cara mudah.

Oleh sebab itu saya menawarkan jasa, untuk membantu Anda bisa memiliki buku. Jika Anda tidak memiliki bayangan buku apa yang bisa Anda tulis, maka saya akan tunjukkan judul-judul yang bisa Anda ciptakan berdasarkan data pribadi Anda.

Saya juga akan membantu Anda menyusun judul, sub judul dan cara penyusunan serta penyajiaannya yang sesuai dengan kebutuhan percetakan. Sehingga karya tulis atau buku Anda tidak hanya bisa Anda ciptakan, namun juga bisa diterima oleh percetakan.


Jadi jika Anda ingin memiliki karya, mendapat kesempatan untuk dicetak oleh penerbit ternama dan kemudian menjadi best seller, maka saya siap membantu Anda.

Untuk mendapatkan bimbingan dan bantuan selama proses penulisan, penyusunan draft, editing hingga pengiriman ke penerbit biaya yang dikenakan hanya Rp. 500.000,- (di bayar di depan atau di pertengahan). Jika berhasil terbit maka Anda akan dikenai insentif sebesar Rp. 1.000.000,-.

Thursday, 23 April 2009

HEBATNYA KEKUATAN CURHAT


Puluhan tahun yang lalu Sigmund Freud menyadari bagaimana efektifnya "pengungkapan kembali permasalahan yang tersimpan di dalam pikiran" untuk mengatasi berbagai gangguan jiwa. Dan psikoanalisis, merupakan salah bentuk terapi yang dikembangkannya, melakukan metoda yang disebut asosiasi bebas.

Si pasien diminta mengungkapkan segala sesuatu yang muncul dipikirannya tanpa adanya intrupsi dari terapis. Hingga akhirnya si terapis bisa mengetahui persoalan yang menimbulkan konflik di dalam dirinya.

Curhat sangat bermanfaat untuk memberikan kelegaan bagi pribadi yang sedang mengalami ketegangan. Apalagi persoalan yang dihadapi sangat berat dan membutuhkan masukan dari orang lain.

Hebatnya, dengan mau mendengar saja, si patner curhat sudah bisa memberikan kelegaan bagi temannya yang sedang mengalami tekanan. Apalagi jika kemudian sang patner bisa memberikan masukan bermanfaat bagi saya.

Di sisi lain orang yang mendengarkan curhat juga tidak merasa dirugikan. Bahkan bisa memberikan rasa bagian. Karena si pendengar sejenak menjadi seorang yang sangat bernilai di mata mereka yang tengah kesusahan saat ini. ”Intinya Anda merupakan orang yang istimewa pada moment tersebut sehingga saya mau mengutarakan persoalan pribadi saya kepada Anda”. Setiap aktivitas yang bersifat membantu orang lain selalu memberikan kesenangan dan kepuasan bagi mereka yang melakukannya.

Oleh sebab itu jika Anda ingin agar jiwa Anda sehat, maka tidak ada salahnya untuk berbagi. Hilangkan pandangan bahwa dengan menceritakan masalah Anda kepada orang lain, Anda terlihat lemah. Dan kemudian orang yang mendengarkan cerita Anda bakal meremehkan Anda.

Untuk persoalan yang sangat berat dan personal, biasakanlah membicarakan kepada keluarga. Keluarga adalah tempat paling aman untuk berbagai dan menyimpan rahasia. Dan dipastikan sangat kecil kemungkinan Anda bakal dirugikan karena sudah berbagai. Misalnya Anda menceritakan tentang persoalan yang Anda hadapi di sekolah kepada orang tua Anda, mustahil mereka kemudia menjadikannya sebagai topik gosip di arisan.

Kalaupun Anda ingin berbagi kepada kawan Anda, harus mengenal betul kepada siapa Anda akan berbagai. Sebaiknya orang yang Anda percaya atau teman dekat Anda. Dia Anda kenal komitm untuk menyimpan rahasia yang Anda bagikan kepadanya.

Biasanya orang-orang yang memiliki komitmen tinggi dalam menyimpan rahasia. Serta mampu menunjukkan empati pada persoalan Anda biasanya akan merasa sangat senang Anda mau berbagai. Ia menganggap bahwa Anda telah menghargai pribadinya sehingga tidak akan membocorkannya kepada orang lain.

Namun biar Anda juga bisa mendapatkan kesenangan tidak ada salahnya juga untuk membuka diri untuk mendengarkan keluh kesah orang lain. Anda bisa mendapatkan kebahagiaan karena telah membantu orang lain melewati kesusahannya. Meskipun Anda tidak bisa memberikan apa-apa dengan mendengar saja Anda sudah memberikan manfaat yang sangat bernilai.

So, jadi jika Anda mengalami persoalan, jangan hadapi sendiri. Anda bukan superpower, melainkan biasakan untuk berbagi. Walaupun keluarga maupun teman-teman kita bisa melakukan sesuatu, namun dengan mendengar keluh kesah Anda sudah cukup meringankan beban yang Anda rasakan.

Sunday, 19 April 2009

CARA AGAR ANDA CEPAT TERGANGGU JIWANYA


Agar anda lebih cepat mengalami gangguan kesehatan caranya tentu tidak sulit, bahkan menyenankan. Anda mulai membiasakan makanan yang mengandung kolesterol tinggi, malas berolah raga, tidak pernah mengkonsumsi lemak, serta mengkonsumsi alkohol secara tidak terkontrol. Dipastikan jika Anda masih muda, menjelang umur paruh baya Anda akan dirundung banyak penyakit.

Demikian halnya dengan gangguan kejiwaan. Jika Anda memiliki keinginan mengalaminya maka ada beberapa langkah-langkah menarik yang bisa Anda lakukan.

Biasakan untuk menyalahkan diri sendiri.Ini adalah langkah pertama yang barangkali tidak sulit Anda lakukan karena setiap orang pernah mengalami hal ini. Ketika Anda gagal melakukan sesuatu dari pada Anda berpikir bagaimana memperbaiki diri maka lebih baik Anda menyalahkan diri Anda sendiri. “ “Memang saya bodoh”. “ Memang saya tidak berguna”. “ Saya memang orang gagal. Saya jamin dalam waktu singkat Anda akan mulai mengalami kecemasan setiap kali melakukan hal sama atau hal-hal yang baru.

Biasakan untuk tidak menerima kegagalan. Jika anda mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan dalam hidup Anda,misalnya gagal mendapatkan kekasih, atau gagal masuk UPTD. Saat Anda tegah frustrasi tanyakan selalu “ Kenapa?”, Kenapa ini terjadi?. Kenapa aku selalu gagal. Kenapa aku tidak beruntung. Mengapa nasibku malang benar. Dijamin Anda akan merasakan frustrasi dan tidak mungkin berakhir dengan depresi.

Biasakan untuk menarik ke diri sendiri setiap terjadi kejadian buruk pada orang lain. Jika anda menyaksikan tsunami di Aceh, maka Anda perlu berpikir bahwa hal itu munkin terjadi di daerah Anda. Anda bisa jadi mengalami apa yang dirasakan masyarakat Aceh. Atau ketika Anda mengetahui ada kecelakaan pesawat, maka tarik ke dalam diri Anda. Bahwa itu bisa juga terjadi kepada Anda.

Biasakan untuk berpikir negatif. Berpikir negatif adalah sesuatu yang mudah dilakukan. Jadi setiap ada yang tidak cocok dengan teman atau kesalahpamahan cukup Anda menganalisis pikiran jahat apa yang tengah mereka siapkan. Atau bersikaplah waspada setiap kali anda bertemu orang asing, barangkali mereka tengah berencana untuk menangkap Anda.

Biasakan mencari kesenangan dengan berkhayal atau menciptakan tokoh khayalan sebagai obat stress. Ketika Anda merasa stress dengan situasi Anda, atau merasa tidak puas dengan lingkungan Anda. Mulailah menciptakan situasi yang menyenangkan, teman-teman yang sangat baik dan kondisi Anda yang membanggakan dalam khayalan Anda. Lakukan hal ini setiap hari saya jamin Anda bakal merasakan kesenangan.

Biasakan mengkonsumsi obat-obatan penenang dan alkohol Kalau Anda mempunyai uang yang agak cukup, tidak ada salahnya menyediakan obat-obatan dan alkohol di rumah. Sehingga Anda bisa mengkonsumsinya kapan saja. Anda diuntungkan dengan adanya ketenangan yang bisa Anda rasakan. Meskipun hal tersebut bisa membuat anda mengalami delusi dan halusinasi.

Biasakan hidup menjadi orang yang ambisius. Ingatkan bahwa hak setiap orang ingin kaya, ingin bisa hidup mewah, menjadi orang yang disukai setiap orang. Anda bisa meraih tujuan-tujuan muluk-muluk tersebut.Saya jamin Anda bakal meraihnya dengan stress tingkat tinggi.

Biasakan untuk tidak bergaul. Ini adalah cara yang paling tepat untuk membuat Anda cepat mengaami gangguan jiwa. Dengan terputusnya hubungan Anda dengan dunia luar dipastikan Anda bakal merasakan kesepian yang bisa membuat Anda stess. Belum lagi jika harus menghadapi pribadi sendiri tanpa ada orang lain maka beban yang dirasakan lebih berat lagi.

Demikianlah trik-trik untuk membuat jiwa Anda terganggu dengan cara mudah. Dan saya pastikan langkah-langkah di atas mudah dilakukan karena kebanyakan dari kita pernah dan sering melakukannya setiap hari.

Wednesday, 1 April 2009

JOHN B. SIPAYUNG: " SAATNYA TELAH TIBA"


Berawal dari sebuah idealisme untuk setia membela kebajikan. Kegetiran terhadap matinya kepekaan para pemimpin bangsa terhadap kenyataan hidup masyarakat bawah. Bahwa indikator statistika yang membuat kita yakin bahwa rakyat tidak lagi lapar, meskipun masih banyak masyarakat Indonesia yang menderita gizi buruk.

Kehidupan riil digilas dari ramainya pemberitaan akan hidup imajiner dalam media massa. Kita hidup dalam dunia simurlarca dimana segalanya indah, swasembada pangan, negara bebas korupsi, rakyat yang tersenyum oleh BLT dan kebijakan pemerintah. Dan mengafirmasi kehidupan yang penuh dengan kebobrokan.

Maka sang flamboyan muda dari tanah Simalungun ini, tergerak untuk menyatakan siap menjadi calon wakil rakyat. Ibarat sabda sang Zarathusta, " saat bagiku telah tiba". Langkahnya pasti dan penuh optimisme ia berkata " berikan waktu bagi saya untuk melakukan sesuatu".

"Bukan bagi masyarakat kecil, tapi bagi Saudaraku sebangsa dan setanah air. Tidak ada orang kecil di republik ini yang ada orang tertindas dan dijadikan sampah oleh mereka-mereka yang kerdil hati nuraninya".

Jadi apakah ia bakal membela nasib rakyat, penyambung lidah masyarakat tertindas. Ia nyatakan ini bukan janji melainkan kontrak sosial.

"Saya turut memiliki tanggung jawab terhadap segala penderitaan manusia di bumi nusantara. Seandainya saya terpilih menjadi anggota legislatif dan nasib rakyat Indonesia tidak lebih baik dari sebelumnya, selama masa 1,5 tahun jabatanku, saya akan mudur dengan rasa malu. Meskipun saya tidak memiliki tanggung jawab langsung terhadap segala penderitaan masyarakat. Namun seharusnya saya bisa melakukan sesuatu".


Suaraku akan menggelegar, menyampaikan apa yang seharusnya kunyatakan atas nama "mereka". Ide-ide luhur yang lahir dari kesadaran akan penderitaan nyata orang-orang yang konkrit di tanah kelahiranku (di Sumatera Utara jutaan orang berada dalam kondisi hidup yang tidak layak ). Serta merta memberikan gambaran nyata penderitaan yang dialami jutaan orang Indonesia.

Demikian janji, John B. Sipayung yang memilih Partai Perjuangan Indonesia Baru sebagai basis politik. Ia tidak mengiba namun menghormati kebebasan untuk mendukung atau tidak.

Namun bagi kawan-kawan yang memiliki keyakinan dan berharap melihat kiprah sang flamboyan, maka keputusan besar ada di tangan Anda. Khususnya bagi Anda yang berdomisili di Kabupaten Simalungun, P. Siantar, Karo, Dairi, Binjai, Asahan, Batubara, Tanjung Balai dan Pakpak Barat. "Dan saatnya telah tiba".

Nyatakan dukungan Anda melalui sms ke no 085925077652

Monday, 30 March 2009

E-LEARNING MENULIS BUKU DENGAN CARA MUDAH


Menulis buku pada dasarnya tidak sulit. Asalkan Anda memiliki pengetahuan dan pengalaman yang orang lain tidak miliki. Dan pada dasarnya setiap orang memiliki keunikan yang bisa ia abadikan menjadi sebuah buku yang bisa dinikmati orang lain. Hanya saja tidak banyak orang mengetahui bagaimana cara menulis buku.

Namun saya harus jujur mengatakan bahwa setiap orang demikian Anda dapat menulis buku, dan mendapatkan kesempatan untuk diterbitkan oleh penerbit.

Tentu kemudian Anda bertanya, ”bagamana caranya?”

Untuk mengetahuinya ikutilah program e-learning for book writer . Dimana saya akan menbagikan bagaimana cara saya bisa membuat 6 buku hanya dalam waktu 4 bulan dan laris di pasaran. Dengan materi:

Minggu 1. Pendahuluan
Minggu 2. Menulis tidak lagi menakutkan (1)
Minggu 3. Menulis tidak lagi menakutkan (2)
Minggu 4. Kemas Tulisan Anda
Minggu 5. Mengapa Anda bisa Menulis buku?
Minggu 6. Menyusun Proyek Pembuatan Buku
Minggu 7. Menyusun materi penulisan
Minggu 8. Membuat Buku & Pahami logika penerbit


Materi akan dikirimkan setiap minggu, yang terdiri dari , powerpoint, bahan bacaan, dan tugas. Dan selama berlangsungnya e-learning, Anda dapat berkorespodensi dengan saya. Atau bertemu secara langsung bisa di Kantor Pusat Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan, Gd C. Lt. 3 (tapi terlebih dahulu melakukan perjanjian).

E-learning terbagai atas 2 tahap minggu Tahap1 : 1 s/d 4 (bulan pertama) dan tahan 2: minggu 4 s./d 8: (bulan kedua), dengan biaya:

1. Pengiriman materi via email: Rp. 200.000/bulan (untuk materi pengajaran, koreksi tugas) (prospektus ke penerbit )
2. Pengiriman materi via pos dalam bentuk CD dan hard copy: Rp. 400.000/minggu (untuk materi pengajaran, koreksi tugas, dan buku bahan bacaan) (prospektus ke penerbit )

Setelah tahap pertama , Anda bisa memutuskan untuk melanjutkan atau tidak. Atau jika ingin belajar sendiri dengan membeli CD harga Rp. 200.000 (tanpa bahan bacaan, koreksi tugas dan prospektus ke penerbit).

Jika berminat silahkan menghubungi saya di no. 085925077652 (Hendra Sipayung) atau melalu email hendra_has@deptan.go.id

Monday, 23 March 2009

BANJIR PONDOK DUTA, NUR MAHMUDI DAN KEPEKAAN PEMERINTAH


Pada tanggal 22 Maret 2009 kemarin Depok diguyur hujan deras dan disertai petir selama lebih dari 1 jam. Otomatis komplek perumahanku di daerah Pondok Duta Cimanggis terkena banjir, yang memang langganan setiap kali turun hujan deras. Berdasarkan pengalamanku tinggal di kompleks tersebut kurang dari 2 tahun, biasanya air luapan dari got tersebut hanya mengaliri jalan dan tidak pernah masuk ke dalam .

Namun minggu kemarin berbeda. Hujannya sangat deras dan berlangsung agak lama, sehingga menimbulkan banjir yang lumayan besar hingga masuk ke dalam rumah.

Beruntung rumahku agak tinggi sehingga tidak terlalu banyak air yang masuk ke rumah. Tapi yang tragis adalah para tetangga yang bangunannya lebih rendah, dimana airnya masuk rumah bahkan hingga setinggi betis.

Warga di kompleks perumahanku demikian juga kami (Aku, Bapak dan Sepupu) sibuk menyelamat barang-barang. Kami memindahkah barang-barang ke tempat yang lebih tinggi.

Terutama barang-barang elektronik yang rentan rusak kalau terkena air. Untunglah banjir itu tidak terlalu lama sekitar jam 5-an sore banjirpun surut setelah hujan reda begitu mengguyur kurang lebih 2 jam.

Tapi kondisi membuat saya sedikti cemas, bagaimana nanti ketika banjir berkala yang biasanya terjadi 5 tahunan. Apakah banjir yang sama juga bakal melanda tempat tinggalku atau bahkan lebih parah.

Bagaimana Bisa Banjir
Namun ada sedikit pertanyaan dalam pikiranku tentang asal muasal banjir. Bahwa Depok bukan daerah Jakarta Utara atau daerah Jakarta lainnya yang dekat dengan laut. Yang ketika hujan deras dan Bogor mengirimkan air ke Jakarta, sungaipun meluap, yang nota bene pada saat kondisi normal permukaannya dekat dengan permukaan jalan, rumah atau tempat tinggal.

Jadi ketika sungai meluber otomatis akan menimbulkan banjir. Apalagi jika air sungai tersebut ikut terhambat dengan naiknya air laut. Maka lengkaplah penderitaan masyarakat Jakarta yang tinggal dekat dengan laut.

Tapi bagaimana dengan Depok. Kalau aku melihat dalamnya sungai Ciliwung yang permukaannya bisa sampai puluhan meter dari jembatan di Jalan Baru, tentu tidak mungkin banjir di Pondok Duta diakibatkan sungai yang meluber.

So jadi darimana asal air tersebut? Tentu aneh bin ajaib.

Tapi kalau sejenak melihat got di daerah Pondok Duta dan sekitar rasanya wajar Podok Duta sering kebanjiran.

Gotnya tidak mengalir dan dipenuhi sampah. Belum lagi tata air di Pondok Duta tidak baik. Sehingga ketika volume air di got meningkat sulit dibayangkan akan mengalir kemana. Karena salurannya sangat kecil.

Begitu juga di daerah Mutiara Duta yang dekat dengan got besar menuju Danau. Tidak tahu apa sebabnya daerah ini menjadi daerah terparah terkena banjir.

Kadang pada waktu terjadi hujan deras yang singkat Kompleks Mutiara telah banjir meskipun Pondok Duta tidak. Padahal dengan masuk ke danau berapapun volume air yang masuk ke got akan dapat tertampung.

Apakah banjir di kawasan Ponduk Duta, Mutiara atau di daerah Depok lainnya tidak dapat diatasi?

Jika Negara Belanda bisa membuat bendungan raksasa agar daratannya yang lebih rendah dari laut tidak terendam air. Apalagi banjir, yang terjadi seringkali karena ulah manusia.

Apakah karena tidak menjaga got atau membangun bangunan di daerah resapan air.

Hanya untuk kasus di Depok pemerintah, selaku pelayan masyarakat sering terlihat pasrah. Bagi Pemda lebih mudah membangun Mall di Depok dibandingkan membangun saluran air yang baik dan teknologi penangkal banjir.

Mungkin karena yang pertama bisa menambah kocek Pemerintah daerah baik dari sisi PAD atau “personal”. Sedangkan yang kedua “ Apa untungnya, malah menghabiskan pendapatan daerah”.

Barangkali ini menyangkut juga kepekaan pemerintah. Buktinya setiap pagi mobil mewah Walikota Depok Nur Mahmudi harus melewati jalan-jalan Pondok Duta yang rusak akibat banjir.

Dan bukan tidak mungkin ia harus menyaksikan bagaimana kompleks perumahan di kawasan Pondok Duta atau Mutiara terendam banjir.

Karena ia tinggal dekat dengan kompleks tersebut. Apakah ia tidak pasang mata dan telinga. Sehingga meskipun dekat dengan kediaman sang penguasa Depok kasus banjir di Pondok Duta, Mutiara atau kompleks perumahan dikawasan RTM dan Pelni harus terus-terusan terkena banjir. Saya tidak tahu apa yang ada dibenaknya.

Namun begitulah barangkali kenyataan dari para pemimpin di negara ini. Ada yang mengklaim dirinya bersih, jujur, pintar, anti korupsi, dsb....Tapi ko persoalan remeh kok menjadi rumit sehingga tidak bisa diselesaikan.

Seperti banjir, jalan rusak, banyak masyarakat yang tidak punya rumah.

Tapi masalah simpel menjadi rumit. “ Kader partai Republik menyatakan Golkar bakal turun suarannya yang membuat orang nomor 1 mengeluarkan statement”. “ Atau walikota Depok yang sibuk mengurusi aklak pengawainya”.

Monday, 2 March 2009

SETIAP ORANG BERHAK MENULIS BUKU

Apa yang saya ketahui terbatas, dan saya bukan seorang yang jenius ataupun akademisi brilian. Namun saya bisa menerbit 3 buku dalam waktu 4 bulan dan sedang mempersiapkan 6 naskah lagi. Maka jika saya bisa Andapun bisa.

Banyak orang berpikiran bahwa buku hanya bisa ditulis mereka yang ahli. Artinya buku tentang psikologi ditulis oleh para pakar psikiatri. Atau buku tentang pertanian ditulis oleh para peneliti agronomi.

Namun menurut saya pandangan tersebut tidak sepenuhnya benar. Bahkan kebanyakan buku bukanlah ditulis orang yang paling ahli dibidangnya, melainkan orang yang hanya tahu sedikit namun mau membagikannya.

Suatu ketika seorang peneliti memberikan komentar pada saya bahwa kebanyakan buku tentang bidang yang ia kuasai umumnya dangkal. Dan ditulis oleh mereka yang sebenarnya bukan ahli dibidangnya.

Dan memang nyatanya demikian. Banyak buku-buku psikologi praktis ditulis oleh penulis-penulis muda dan hanya didasarkan pengalamannya.

Apakah salah seorang yang dangkal pengetahuan menulis buku? Tidak, nyatanya buku yang ditulis orang-orang yang kadang bukan seorang pakar, atau hanya sekedar praktisi laku di terima oleh penerbit dan laku pasaran.

Artinya banyak orang yang menganggap buku tersebut bermafaat sehingga rela merogoh kocek mendapatkan buku tersebut.

Jika demikian siapakah saja diperkenankan membuat buku? Tentunya siapa saja.

Mengapa demikian?

Apa yang bisa dibagikan
Untuk menjelaskannya lebih lanjut saya akan memberikan penjelasan apa fungsi buku itu bagi pembaca.

Buku adalah sumber kesenangan dan pengetahuan bagi pembacanya. Jika isinya tidak menyenangkan dan memuaskan rasa ingin tahu pembaca maka buku itu tidak akan dibaca.

Dan apa yang menyenangkan bagi pembaca tentunya hal-hal yang baru, spektakuler, hal yang menakutkan, membuat tertawa. Atau hal-hal yang bisa merubah suasana perasaan bagi pembaca dan memberikan sebuah pengalaman emosional tertentu.

Setiap kita memiliki pengalaman hidup yang tidak dialami orang lain. Misalnya anda pernah pergi ke Bali. Anda pernah melihat sebuah bencana mengerikan. Atau anda pernah merasakan sakit hati.

Pengalaman ini mungkin bagi Anda biasa-biasa saja, namun bagi orang yang belum pernah mengalaminya tentunya menimbulkan rasa ingin tahu. Sehingga pengalaman anda tersebut menjadi bernilai bagi mereka.

Sehingga tidak heran sebuah buku bertanjuk pengalaman seorang penulis berjalan-jalan mengelilingi dunia laris manis di pasaran. Karena banyak orang yang ingin tahu tentang rasa jalan-jalan ke tempat-tempat yang asing baginya.

Buku-buku yang bersumber dari pengalaman bisa dituliskan dalam bentuk tulisan semacam bio-grafi namun juga bisa dalam bentuk novel atau cerita.

Namun kehebatan seorang penulis tidak hanya terletak pada seberapa unik pengalaman yang dimilikinya. Tapi juga bagaimana ia mengemas kisah tersebut menjadi begitu menggugah.

Misalnya seorang ibu rumah tangga yang ingin menuliskan pengalamannya merawat si kecil berumur 3 tahun. Jika ia menjelaskan secara datar, bahwa ia setiap hari memberi makan jam sekian, memandikannya dengan air hangat dsb...dsb..mungkin tidak terlalu menarik.

Tapi jika si penulis bisa mengeksplorasi bagaimana pusingnya ia ketika si kecil menjatuhkan sabun dan kemudian membuat terpleset, maka ceritanya menjadi menarik.

Atau bagaimana si kecil tiba-tiba memberi cium tanda terima kasih pada ibunya setelah memandikannya. Artinya ada termuat hal-hal yang kompleks dan tidak lazim di dalamnya.

Kemudian terkait dengan pengetahuan, banyak hal bisa Anda bagikan dalam sebuah buku. Karena apa yang Anda ketahui, walaupun tidak terlalu mendalam, tapi tidak diketahui kebanyakan orang.

Misalnya Anda ingin membagikan bagaimana cara Anda belajar mengetik 10 jari di komputer. Tentu bagi ahli komputer buku Anda adalah buku kacangan alias tidak bermutu. Namun bagi mereka yang baru belajar komputer buku Anda sangat bernilai.

Saya menulis buku “ Koi for Beginner”, tentang bagaimana cara mengatasi kendala memelihara koi pada awal pemeliharaan. Buku ini saya dasarkan pada pengalaman saya belajar memelihara ikan koi.

Mungkin bagi para pakar koi buku ini adalah buku yang cocok menjadi bahan bacaannya, namun bagi kebanyakan orang buku ini menjadi pandungan yang sangat membantu. Karena ditulis dengan sederhana dan kendala yang disampaikan adalah yang dialami para pemula pemelihara koi.

Bahkan kebanyakan buku yang membagikan tentang pengetahuan atau kiat-kiat praktis, ditulis berdasarkan pengalaman. Seperti buku kita bertanam Rami yang ditulis seorang Ibu Rumah Tangga, yang kebetulan memilik usaha sampingan menjadi pengumpul produksi rami. Atau buku tentang merawat anjing bukannya ditulis seorang pakar binatang melainkan seorang hobis.

Saatnya untuk Memulai
Jadi sipapun pada dasarnya bisa menulis buku. Selama ia merasa memiliki pengalaman unik yang bisa dibagikan. Atau pengetahuan, walaupaun sedikit, namun bermanfaat bagi orang lain.

Oleh sebab itu rasanya tidak perlu iri melihat orang-orang yang bisa memampangkan karyanya di toko-toko buku ternama. Karena siapapun bisa memperoleh kesempatan demikian. Jadi mulailah menulis.

Bagi rekan-rekan yang ingin berkonsultasi tentang penulisan buku silahkan klik [konsultasimenulis]

Saturday, 14 February 2009

MEMILIH TOPIK YANG MENARIK UNTUK BUKU


Ada banyak topik dan judul tulisan yang bisa Anda buat, namun ketika Anda ingin membuat buku yang bakal diterima oleh penerbit dan bakal dibaca oleh banyak orang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan topik.

Namun sebelum kita membahas hal tersebut, tentunya perlu disadari bahwa penerbit adalah usaha komersial. Kecuali beberapa penerbit yang memang memiliki misi khusus, seperti penyebaran pemikiran atau ideologi tertentu, maupun menyediakan buku-buku rohani . Namun secara umum orientasi penerbit menjalankan usahanya adalah engejar keuntungan.

Sehingga pasar menjadi salah satu landasan penerbit untuk menerima atau menolak sebuah naskah. Kalau naskah ini dicetak, apakah akan dibeli banyak orang? Menarikkah ini? Siapakah yang bakal membaca? Dsb. Maka naskah yang menarik bagi penerbit biasanya memiliki topik yang diperkirakan akan banyak menarik pembaca dan memiliki target pembaca yang luas.

Jadi bisa saja naskah yang ditawarkan berbobot dan mendalam, misalnya tentang pengobatan TBC. Namun bahasa dan istilah yang digunakan sulit dipahami orang awam, kecuali orang-orang tertentu di bidang medis yang mengeluti tentang paru-paru. Maka buku demikian akan agak sulit diterima oleh penerbit karena akan sedikit pembacanya.

Namun berbeda dengan buku tentang penyakit TBC yang bersifat praktis. Berisikan tentang pengenalan penyakit TBC, tata cara pencegahannya, dan kiat penyembuhannya. Buku ini bakal menarik banyak pembaca karena setiap orang di Indonesia memiliki peluang terkena penyakit TBC.

Oleh sebab itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan topik untuk penulisan buku:

Pertama. pilihah topik yang menyangkut masalah yang tengah dihadapi masyarakat luas. Misalnya, ketika masyarakat saat ini sedang kesulitan mendapatkan bahan bakar murah maka dengan membuat buku tentang ”bahan bakar alternatif murah untuk rumah tangga” akan menarik banyak pembaca.

Kedua, pilihlah topik yang bersifat how to?. Jadi ketika Anda memilih untuk menulis tentang bahan bakar alternatif, maka isinya sebagainya tidak hanya tentang apa itu bahan bakar murah, namun juga bagaimana membuatnya untuk skala rumah tangga. Karena ketika diberbicara panjang lebar tentang bahan bakar alternatif tapi nyatanya sulit untuk diterapkan maka buku Anda bakal kehilangan daya tariknya.

Ketiga, kalaupun tidak bersifat praktis, pilihlah topik yang terkait orang-orang ternama atau peristiwa yang jadi sedang hot dan menjadi perbincangan. Usahakan apa yang Anda ulas adalah sesuatu yang spektakuler yang belum pernah diulas sebelumnya. Seperti menjelang pelantikan Barack Obama, di Indonesia terjadi demam Obama. Apalagi ia sempat tinggal di Jakarta. Maka buku yang berjudul “ Masa Kecil Obama di Menteng” , bakal menarik banyak orang untuk membaca. Apalagi jika yang diangkat adalah hal yang bertolak belakang dengan persepsi masyarakat kebanyakan. Misalnya “Obama: si Bodoh yang menjadi Presiden”. Tentu topik ini menarik karena dalam pandangan kebanyakan orang yang menjadi presiden Amerika Serikat adalah orang pintar.

Jadi ketika Anda ingin menetukan topik, yang harus Anda pertimbangkan siapakah yang kemudian yang akan menjadi target pembaca Anda. Jika relatif banyak tentunya akan besar peluang naskah anda bakal diterima penerbit. Dan ketika akan dituliskan sebisa mungkin menggunakan bahasa yang bisa dipahami orang yang awal.

Namun penting juga diperhatikan bahwa naskah yang dikirim harus sesuai dengan karakteristik penerbit. Karena sebagus apapun topik yang dipilih, misalnya tentang pemeliharaan tanaman hias, tapi kemudian dikirimkan ke penerbit yang mengulas tentang pertanian organik maka naskah tersebut akan kecil kemungkinan untuk diterima.

Bagi rekan-rekan yang ingin berkonsultasi tentang penulisan buku silahkan klik [konsultasimenulis]

Tuesday, 3 February 2009

KISRUH DI DPRD MEDAN: “SUNGGUH MEMALUKAN!”


Menyaksikan kisruh yang berakhir dengan tragedi meninggalnya ketua DPRD Sumut, Abdul Azis Angkat, (3/2/09) hanya ada satu komentar yang muncul dalam benak saya. “ Memalukan!!!”. Sungguh tidak beradab tingkah laku mereka yang melakukan anarkisme.

Perilaku beringas seperti “ pengrusakan, pemukulan” yang mereka tontonkan, seolah menunjukkan tidak ada lagi cara untuk mewujudkan apa yang mereka harapkan selainkan tindakan agresif, layaknya seekor binatang buas yang terganggu tidurnya. Mereka seperti telah kehilangan akal sehal dan kemampuan untuk memikirkan strategi yang elegan.

Tindakan tersebut diusung oleh mereka yang pro-pembentukan Propinsi Tapanuli. Bisa saya pastikan yang menjadi dalang maupun pelaku tindakan anarkis adalah "orang Batak". Maka sekali lagi bagi saya, ini adalah tingkah laku yang sangat memalukan. Seolah mencerminkan bahwa masih banyak orang Batak yang belum beradab. Dan hidup seperti manusia primitif yang mengutamakan kekuatan otot daripada pikiran. Memalukan sungguh memalukan.

Apakah sesungguhnya landasan mereka melakukan tindakan tersebut. ” Benarkah pembentukan Propinsi Tapanuli sesuatu yang krusial? Atau hanya akal-akalan segelintiran orang saja?"

Saya juga ingin mengingatkan bahwa peristiwa politik bisa juga menghadirkan konflik yang bersifat horizontal. Jangan sampai Sumatera Utara yang terkenal dengan keragaman budaya dan suku serta keharmonisannya akhirnya menjadi ajang peperangan etnik berdarah seperti yang terjadi di Maluku. Hanya gara-gara ulah politisi sempalan yang kemudian menjadi pemicu konflik antara suku.

Dengan meninggalnya ketua DPRD yang notabene adalah bukan orang Batak. Bisa saja memicu respon dari kelompok tertentu bahwa orang Batak, khususnya asal wilayah calon Propinsi Tapanuli, nota bene bonapasogit dari suku Batak Toba, ada pembuat kerusuhan. Dan telah menzolimi suku bukan Batak Toba. kemudian memancing tindakan anarkis lainnya.

Kita harus ingat bahwa sentimen demikian masih cukup mungkin terjadi di Sumatera Utara yang masih kuat dengan ikatan kesukuannya. Tentunya saya berharap peristiwa kisruh tersebut tidak sampai berlanjut pada konflik lanjutan yang lebih hebat.

Prop. Tapanuli Harus Ada?
Salah satu alasan mengapa propinsi Tapanuli perlu dibentuk, adalah memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah calon propinsi baru tersebut. Bahwa dengan berdiri sendiri maka banyak yang bisa dilakukan oleh pemerintahnya kelak untuk memajukan daerahnya.

Namun apa benar? Apakah dengan status sebagai wilayah Kabupaten sebuah daerah tidak bisa mensejahterakan masyarakatnya?

Konon dengan adanya pemilihan langsung pemimpin daerah oleh rakyatnya sudah menciptakan pengawa-pungawa baru di daerah. Walaupun terkesan negatif istilah yang saya gunakan, namun hal ini menunjukkan besarnya otoritas pemimpin daerah saat ini.

Dan saya salut dengan seorang Bupati, kebetulan saya kenal baik, dari Indonesia Timur yang aktif mencari peluang di daerahnya. Ia respon terhadap berbagai kemajuan teknologi khususnya di bidang pertanian. Setiap ada hal yang baru ia ingin segera bisa diterapkan didaerahnya. Alhasil masyarakat di Kabupaten tersebut dapat menikmati peningkatan kesejateraan melalui bidang-bidang usaha yang dikembangkan oleh sang Bupati.

Apakah Bupati di daerah yang bakal menjadi Propinsi Tapanuli telah juga melakukan hal tersebut. Apalagi dengan kekuasaan yang semakin besar, bahkan pemimpin daerah tidak lagi bisa didikte oleh pemerintah pusat karena tidak lagi dipilih pejabat di Jakarta melainkan oleh rakyatnya, maka banyak juga yang telah dilakukan. Bukankah seharusnya seorang Bupati di Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tobasa dsb juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui program-program yang rasional.

Jadi jika kabupaten tersebut saat ini tidak terlalu pesat pertumbuhannya. Maka pemerintah daerah juga perlu bertanggung jawab. Mana prestasi cemerlang yang seharusnya mereka tunjukkan.

Saya juga pernah mendengar sebuah komenter seorang rekan pendukung berdirinya propinsi Tapanuli. ” Saya dukung berdirinya Tapanuli, karena di Sumatera Utara selalu ada diskriminasi untuk menjadi pejabat tinggi. Meskipun kemarin si Pardede jadi Gubernur, itupun harus menghadapi pencekalan-pencekalan dari pihak-pihak yang tidak suka orang Batak apalagi yang beragama Kristen menjadi Gubernur”. Artinya orang Batak mendapat diskriminasi untuk menduduki jabatan oleh karena jabatannya dan agamanya.

Namun jika saya balik bertanya pernahkah orang Batak memahami perasaan orang Melayu walaupun ada Saudara mereka terpilih Gubernur namun mereka termajinalkan dari tanah sendiri Medan, Ibukota Sumut. Dimana orang Batak malah merajalela di daerah tersebut, termasuk juga yang menikmati keuntungan dari gerak roda perekonomi daerah tersebut. Dan suku pendatang lainnyapun perlahan menjadi penguasa di tanah kelahirannya.

Dengan berpikir dengan sudut padang yang sama maka orang Tionghoa-pun juga punya hak menjadi Gubernur di Medan mengingat jumlah mereka yang relatif banyak. Namun saya yakin bahwa rekan saya tersebut bakal termasuk orang yang tidak mendukung orang peranakan menjadi pemimpin di Sumatera Utara,

Jadi menurut saya, pandangan juga bukan alasan yang masuk akal. Apalagi, orang Batak termasuk yang menikmati keuntungan ekonomi tinggal di berbagai wilayah di Sumatera Utara. Dan kenyataan yang ada, siapapun menjadi pemimpin Sumatera Utara, eksistensi orang Batak tidak pernah terganggu. Jadi itupun harusnya layak untuk disyukuri.

Lagi pula, apakah dengan orang Batak Kristen menjadi Gubsu dijamin Sumatera Utara menjadi lebih maju. Apalagi mengingat orang Batak memiliki rasa kesukuan tinggi. Bisa jadi ketika menjadi pemimpin daerah, maka orang yang satu marga atau memiliki hubungan kekerabatan mendadak menjadi petinggi di Sumatera Utara.

Saya mengkhawatirkan isu berdirinya Propinsi Tapanuli sesungguhnya lebih didasarkan perasaan kesukuan yang sempit dan bukan pada pertimbangan rasional. Buktinya Setika propinsi Taput digulir ternyata Tapanuli Selatan tidak ikut didalamnya. Malah wilayah yang didiami orang Batak Selatan tersebut ingin juga mendirikan Propinsi Baru yakni Sumatera Tenggara.

Jika dengan pertimbangan demikian maka orang yang tinggal di tanah Karo akan juga berpikir untuk mendirikan propinsi Tanah Karo. Mereka yang tinggal di daerah Simalungun akan mendirikan Propinsi Simalungun.

Maka daerah yang tadinya sudah mantap dengan sebuah aturan maka akan dipecah ke dalam berbagai wilayah, yang kemudian bakal menerapkan aturan yang berbeda-beda. Termasuk menerapan pungutan yang beraneka macam untuk mengejar PAD, yang sangat dibutuhkan mendirikan infrastruktur dan mengaji tambahan pegawai.

Dan situasi ini bakal tidak menguntungkan perusahaan atau pelaku usaha karena terkena berbagai aturan dan pungutan yang dulunya tidak ada. Daerah Sumatera Utara yang dulu menjadi kawasan menarik untuk berinvestasi menjadi daerah yang tidak nyaman oleh karena muncul berbagai macam aturan dampak pemekaran provinsi.

Namun yang lebih menyedihkan lagi adalah keanekaragaman budaya menjadi hilang. dan malah memunculkan sentimen budaya. Maka di Taput akan memprioritaskan orang Batak yang menjadi Gubernur. Karena Sumatera Utara sekarang dihuni mayoritas wilayah non-Batak maka Gubernur bukan orang Batak. Dan bukan tidak mungkin menimbulkan streotip negatif antara suku yang merupakan imbas dari ranah politik.

Dengan hidup dalam satu propinsi maka masyarakat Sumut yang beraneka macam tersebut mau tidak mau harus menanamkan sikap toleransi dan kebersamaan. Orang Batak harus membuka mata akan kehadiran orang Melayu. Demikian juga terhadap orang Jawa maupun Tionghoa, Padang, Keturunan India. Sebaliknya juga demikian.

Oleh sebab itu saya berpendapat Propinsi Tapanuli sebaiknya tidak perlu ada. Jika ingin menjadikan Tapanuli lebih sejatera, baiklah semua pihak melakukan sesuatu yang lebih konkrit daripada pemekaran daerah.

Pemda sebaiknya menyusun program-program yang mendorong kesejahteraan. Mampu menciptakan peluang dan bidang-bidang usaha baru bagi masyarakat. Serta membebaskan diri dari korupsi.

Demikian juga bagi warga masyarakatnya, terus berusaha memberikan sesuatu bagi daerahnya, apakah dalam bentuk ide, materi atau dengan tidak berprilaku buruk. Tidak mengantungkan diri pada pemerintah melainkan berusaha sendiri meningkatkan kesejahteraannya.

Demikian juga bagi mereka yang memiliki keterkaitan dengan wilayah Tapanuli, yang kemudian sukses di perantauan. Baiklah mereka menyumbangkan sesuatu bagi daerah asalnya. Apakah itu dalam bentuk materi, ide, dsb. Karena banyak sekali saat ini rencana pemekaran daerah berasal dari mereka-mereka yang sukses di perantauan. Seringkali mereka sendiri tidak begitu mengenal apa yang dibutuhkan masyarakat di daerah tersebut. Bukan tidak mungkin tujuan mereka sedikit pragmatis, yakni untuk mendapatkan jabatan.

Namun menurut hemat saya dari pada berpikir besar baiklah mereka melakukan hal-hal yang konkrit dan simple seperti menginvestasikan modal di tanah kelahiran mereka berupa usaha produktif. Dari pada menghamburkan uang untuk pendirian tugu. Serta ide-ide yang konstruktif seperti pendirian sekolah, universitas dsb atau mencarikan pasar bagi produk daerah asal. Setidaknya lebih bermanfaat daripada berpikir mendirikan propinsi baru.

Setidaknya apa yang dipertontonkan mereka yang melakukan anarkisme setidaknya membuat saya ragu apakah Propinsi Tapanuli sudah saat ada. Jika mereka, penggagas dari pendirian Propinsi Tapanuli menjadi dalang atau ikut berbuat demikian demikian dengan para pendukungnya, bukan tidak mungkin jika berdiri sendiri mereka juga akan melakukan cara-cara yang sama untuk mewujudkan keingingannnya.

Alhasil Propinsi Tapanuli akan dipenuhi dengan konfil bahkan tragedi. Dan bukan tidak mungkin berakhir dengan perang Saudara di antara sesama orang Batak. Karena hal tersebut setidaknya pernah menjadi kebiasaan orang Batak sebelum mengenal ke-Kristenan.

Tuesday, 13 January 2009

INGIN "BERPIKIR SEPERTI FILOSOF"?


Mungkin anak filsafat akan sangat kesal dengan buku ini. Mengapa? Apa karena isinya tidak menarik?

Tidak juga. Melainkan karena buku ini terlalu sederhana untuk disebut buku filsafat. Filsafat harusnya ditempatkan di posisi yang eksklusif dan "menakutkan". Sehingga hanya sedikit orang seharusnya yang tertarik mempelajarinya.

Namun buku ini terasa ringat meskipun membahas sesuatu yang tidak ringan. Maklum buku ditulis dengan bahasa yang cukup sederhana namun cukup inspiratif.

Buku ini bakal membeberkan cara-cara menjadi filsuf dengan cara mudah. Sekaligus memberitahu para pembacanya bahwa ia pernah menjadi filsuf tanpa disadari. Dan juga bisa menjadi filsuf secara permanen.

Buku ini ditulis dengan gaya bebas dan ringan untuk menghindari kesan bahwa filsafat itu sesuatu membosankan. Buku ini bakal memperkenalkan cara-cara bagaimana bisa lekas menjadi seorang filsuf? Tentunya dengan cara-cara yang ternyata tidak sulit.

So, bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut isi buku ini silahkan mengunjungi Toko buku Gramedia atau Gunung di tempat Anda.

JUDUL BUKU: BERPIKIR SEPERTI FILOSOF
KARYA: HENDRA HALOMOAN SIPAYUNG
PENERBIT: AR-RUZZ MEDIA

Friday, 9 January 2009

TUHAN “YANG BENAR” DAN PERJUMPAAN SECARA PRIBADI



Saya dan sepupu saya baru-baru ini mendiskusikan tentang “Tuhan”. Dengan pertanyaan dasar “apakah perbedaan antara "Tuhan dalam agama Islam, Kristen dan Yahudi". Jika berbeda, manakah konsep yang benar. Atau dengan sedikit naif, kami coba menentukan manakah yang terbaik? Dan kami mencoba mendiskusikan hal tersebut dengan pemikiran terbuka. Dengan membebaskan diri dari segala prakonsepsi kami tentang Tuhan (jika dimungkinkan).

Kami coba membahasnya dengan ditemani segelas juas apel yang nikmat. Diskusi ini berlangsung seru hingga tanpa kami sadari berlangsung hingga 2 jam lebih.

Hanya saja di akhirnya diskusi kami dengan berat hati harus mengakui bahwa “pertanyaan di atas sulit untuk dijawab”. Ternyata segala konsepsi keTuhanan yang diusung oleh masing-masing agama yang kami pada akhirnya menderivasi hal-hal yang baik.

Dan kami menyadari bahwa kesepakatan tentang "Tuhan yang paling benar", hanya bisa tercapai jika kami mengawali dari prakonsepsi yang sama . Namun hal itu dipastikan tidak lepas dari keyakinan agama kami.

Namun pertanyaan di atas tetap menjadi perenungan saya selanjutnya. Manakah Tuhan yang benar? Dan apakah agama yang saya adalah jalan kebenaran karena telah meyakini Tuhan yang benar?

Pertanyaan ini lazim dipertanyakan orang-orang yang sedang mengalami krisis kepercayaan. Namun saya tidak demikian. Saya memiliki keyakinan mendalam terhadap Tuhan. Oleh sebab itu saya mencoba "memahami" Tuhan dari sudut pandang yang berbeda. Dengan mencari jawaban melalui kedalaman diri saya sendiri dengan melibatkan pengalaman keseharian.

Saya menyadari bahwa banyak orang yang mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan, yang sering disebut pengalaman spiritual. Apakah itu melalui mujizat atau dalam pengalaman pahit? Banyak orang yang berani mengatakan, " Tuhan telah menenangkan jiwaku", meskipun ia tengah menghadapi penderitaan. Anehnya pandangan mereka tentang Tuhan, meskipun berbeda keyakinan dengan saya, seolah tidak bertentangan dengan pemahaman tentang KeTuhanan. Ada titik universal pada "Tuhan yang dialami".

Ada perbedaan antara memahami Tuhan secara teologis dengan mengalami hadiratNya secara spiritual. Hal ini coba saya tarik kepada pengalaman saya sendiri. Dalam pengalaman keseharian Tuhan saya alami secara berbeda. Tuhan saya alami dalam bentuk sebuah kedekatan .

Saya mengenalnya namun pada saat bersamaan tidak terpahami. JIka ditanyakan seperti apa Tuhan itu? Saya tidak mengenalNya sebagaimana saya mengenal pribadi seseorang. Saya tidak tahu bagaimana wujudnya, tubuhnya dan raut wajahnya. Saya mengenalNya melalui ungkapan sederhana, “ Dia ada”.

Namun saya mengenalnya karena secara intim saya dapat merasakan kehadiranNya setiap waktu kehidupanku. Dia ada ketika saya bernafas, bermain, bekerja, berlibur, berkumpul beserta keluarga, dsb. Ia ada setiap saat .

Apakah ini kemudian saya berkesimpulan bahwa pemahaman tentang Tuhan sebagaimana yang diajarkan agama tidak tepat?

Tapi, kata “pemahaman” menjadi kritik terhadap konsepsi teologis tentang Tuhan. Aktivitas memahami akan selalu berkaitan dengan kesadaran. Dan apa yang hadir dalam kesadaran membutuhkan prasyarat untuk mencapai taraf pemahaman.

Pertama, setiap fenomena yang terpahami harus memiliki batasan. Apakah itu dalam ruang, batas eksistensi yang bisa dibedakan dengan fenomena lainnya. Saya mengatakan “memahami keberadaan sebuah meja karena saya bisa mengindentifikasi batas-batas meja dalam ruang dan keberadaannya dengan wujud lainnya”.

Kedua, setiap fenomena yang disadari terikat dalam waktu. Bahwa ia eksis menempati suatu eksistensi pada suatu titik waktu. Dan mustahil menjadi eksistensi yang lain pada waktu yang berbeda.

Jadi apakah keberadaan Tuhan memenuhi persyaratan tersebut sehingga Ia bisa dipahami. Atau apakah mustahil bagi Tuhan berada dalam jutaan eksisten dalam suatu titik waktu tertentu.

Jadi jika demikian apakah fungsi teologi itu sebenarnya? adalah bentuk pewartaan Tuhan yang dialami melalui bahasa yang memiliki sejumlah keterbatasan yang diawali ketika sebuah fenomena masuk dalam kesadaran. Setidaknya bahasa diturunkan dari sesuatu yang terlebih dahulu dialami. Anda menyebutkan merah, sakit, kuda, tanaman karena hal-hal tersebut telebih dahulu hadir dalam kesadaran kita.Bersumber dari sesuatu yang berasal dari luar maupun dalam diri kita.

Sehingga wajar jika Tuhan dalam konsepsi Teologis seringkali terjerumus dalam wujud dan citra manusia (antromorfisme). Tuhan digambar memiliki karakter manusia, pemaaf, sayang, cinta kasih, dsb. Namun bagaimana bagaimana caranya kita mengambarkan sosok Tuhan yang memiliki kualitas yang melampaui batas-batas pengalaman kita.

Oleh sebab itu dalam pemahaman saya, teologi bersumber dari ekspresi personal. Tuhan dirasakan dan kemudian diwartakan. Setidaknya menjadi kerangka awal untuk kita kemudian mengenal Tuhan. Untuk bisa melakukan sesuatu maka kita perlu memiliki sebuah pemahaman terlebih dahulu. Seperti halnya orang yang belajar ekonomi sebelum terjun berbisnis. Namun belakangan apa yang ia ketahui sebelumnya menjadi tidak relevan dengan dijumpai pengalaman-pengalaman yang baru.

Dan bagaimana dengan kontradiksi dengan berbagai ajaran agama? Menurut hemat saya, kita tidak bisa menilai baik buruknya agama orang lain tanpa kita membebaskan dari pandangan kita. Karena kebenaran agama pada akhirnya akan kembali pada Tuhan sendiri sebagai penentu mana betuk dan tidak. Namun saya meyakini bahwa bisa saja berbagai ajaran agama adalah bentuk kebenaran secara parsial. Penyempurnaannya adalah tergantung pada pribadi untuk mencari Tuhan yang hidup dan bisa ditemukan secara pribadi.

Walaupun demikian perbedaan ajaran dan teologi dari berbagai agama merupakan gambaran dari ketakterpahaminya Tuhan itu sendiri. Bahwa pemahaman Tuhan memerlukan berbagai paradoks dan kontradiksi yang terlihat irasional untuk membuatNya agung. Ia menjadi Tuhan yang penghukum pada pandangan agama tertentu, di sisi menjadi pengasih. Tuhan berbicara dalam keyakinan tertentu namun di sisi lain ia hilang. Tapi dengan tidak terpahaminya Tuhan maka Tuhan menjadi agung.

Saya memiliki keyakinan bawa setiap agama bisa membawa manusia kepada Tuhan. Asalnya keimanan tersebut diproyeksikan untuk mencari Tuhan dimasa kini. Jika Tuhan ada di masa lalu maka Ia juga ada di masa sekarang dan masa depan. Karena Tuhan bersifat historis (terikat waktu) namun secara pradoks juga bersifat ahistoris (lepas dari ikatan waktu).

Terdapat perbedaannya nyata antara Tuhan masa lalu dengan Tuhan masa kini. Tuhan masa lalu seolah keberadaannya dapat dipahami. Sayangnya layaknya prasasti. Keberadaan Tuhan di masa lalu seringkali diperdebatkan layaknya mendebatkan sejarah pada pahlawan yang hidup di masa lalu. Mengapa diperdebatkan? karena tidak ada lagi yang bisa membuktikan kebenaran sejarah tersebut, semua pelaku sejarah sudah tidak ada lagi.

Namun Tuhan masa adalah Tuhan yang diam. Dia mungkin terlihat agung, telah melakukan berbagai keajaiban melalui para nabinya, namua keberadaannya Ia tidak memiliki makna eksistensi kita saat ini. Ia adalah Tuhan yang hadir bagi para nabi dan orang-orang sebelum kita.

Sedangkan Tuhan masa kini, jelas tidak Anda pahami sedemikian jelas. Namun keberadaannya begitu dekat dan bermakna bagi kehidupanku KehadiranNya adalah untuk saya melalui interaksi unik yang tidak dapat disamakan dengan perbagai pengalaman pribadi lainnya.

Pengalaman Tuhan di masa kini menghantarkan saya akan Tuhan masa depan. Dimana bersama Tuhan menghadapi masa dapat akan memberikan kepastian hidup yang lebih baik. Merubah ketidakpastian menjadi sebuah kepastian.

Perdebatan teologis tentang Tuhan menurut saya adalah pembicaraan Tuhan yang telah mati bersama sejarah. Bahkan jika terlalu larut akan membawa kita pada penyembahan berhala. Yang kita sembah Tuhan anonim yang selaras dengan alam pikiran logika dan imajinasi kita. Bukankah patung dibuat berdasarkan citra Tuhan dalam pikiran manusia. Bagaimana mungkin menjadi tiga sosok? Bagaimana mungkin Tuhan menghukum manusia? dsb. Aneh juga mengapa kita begitu mudah menentukan apa yang tidak mungkin bagi Tuhan.

Menemukan Tuhan saat ini dialami melalui pencarian. Dimana disinilah titik tolah universalitas Tuhan. Dimana Tuhan sama-sama tidak terjelaskan namun hadir sebagai sosok yang siap berinteraksi dengan manusia.

Ia dialami sebagai pengalaman spiritual, “bertemu pribadi dengan Tuhan. “Tuhan yang hadir” ,Tuhan yang tersalib” , “pernikahan suci” menjadi ungkapan dari pengalaman ini.

Penjelasan tentang Tuhan melalui pengalaman ini tidak lain adalah “Tuhan itu milik semua orang. Milik? Ya, milik saya, milik anda, milik dia, milik mereka, dan milik semua yang mengakui adanya Tuhan”. Ungkapan sederhana yang saya kutip dari sebuah blog.Dan kehadiran Tuhan ini tidak hanya menorehkan makna mendalam bagi sang mempelai/manusia. Namun juga menghidupkan berbagai kesadaran luhur yang inheren dalam diri manusia.

Oleh sebab itu pembicaraan tentang Tuhan barangkali penting untuk memberikan pemahaman terhadap mereka yang memiliki keyakinan yang berbeda. Juga penting mengingatkan bahwa Tuhan hadir di masa lalu maka juga akan hadir di masa kini. Namun pengenalan akan Tuhan secara pribadi memerlukan pencarian yang tidak pernah selesai. Tidak ada ukuran yang pasti dimanakan kita saat ini berada.

Perdebatan tentang konsep Tuhan tidak akan membuat sebuah agama menjadi benar atau tidak. Dan menurut saya sebuah keyakinan agama bisa menjadi agung, tidak melalui kebenaran konsepsi tentang Tuhan. Melainkan dari pancaran cahaya dari dalam diri umatnya yang telah bertemu dengan Tuhan dan mendatankan kedamaian dan kebaikan.