Monday, 29 June 2009

REALITY SHOW DAN VULGARISASI TELEVISI


Menurut Burdrillard, kevulgaran pada media televisi tidak ditandai dengan ketelanjangan. Melainkan karena tidak lagi ruang private. Apa yang menjadi private tersingkap menjadi vulgar, terreduksi menjadi sebuah tontonan sekejab. Ketelanjangan tidak seketika menerobos ruang pribadi karena ada adengan yang dimainkan yang lepas dari realitas hidup si pelaku. Namun dalam sebuah kevulgaran ruang private yang kompleks dan menyangkut pribadi yang paling telanjang, karena adanya ekspresi yang bersifat personal tersingkap menjadi tontonan murahan.

Peringatan akan kevulgaran yang diangkat oleh Budrillard seolah menjadi sebuanya kenyataan saat ini. Setidaknya ini dibuktikan dari maraknya acara reality show yang mengangkat kehidupan nyata dari orang-orang . Mulai dari sekedar untuk mengungkap perasaan terdalam sebagai bukti cinta hingga membongkar kebohongan pasangan suami istri. Semua menjadi tersingkap secara telanjang. Tidak ada lagi tembok-tembok kamar yang biasa menuntupi konflik pribadi. Semua sekejap menjadi terbuka melalui layar televisi.

Reduksi Pengalaman Hidup
Perselingkuhan, ungkapan cinta, konflik dan maaf adalah bagian dari kehidupan yang kaya akan makna. Karena ada dimensi kontemplasi di dalamnya yang bisa merubah arah kehidupan seseorang. Hal ini mengakibat setiap segmen kehidupan yang paling kritis maupun paling mendebarkan, dalam berbagi kultur disakralkan. Bahkan dalam masyarakat paling kolektif sekalipun persoalan rumah tangga dan antar keluarga tidak dapat serta merta dicampuri oleh pihak lain.

Hal ini karena ada sebuah nuansa perasaan dan kompleksitas kesadaran yang tidak dipahami oleh orang lain. Kehidupan bersama dan pergaulan menciptakan sebuah dunia yang dialami bersama, yang tidak serta merta dapat diakses oleh orang lain di tersebutluar margin hubungan. Hanya diantara mereka yang berinteraksi nuansa tersebut dapat dikomunikasikan dan kemudian menjadi titik untuk menentukan arah kehidupan selanjutnya.

Namun ketika kompleksitas hubungan tersebut menjadi bagian dari sesuatu yang dipertontonkan. Maka elemen kompleksitas manusia menjadi samar. Berbagai konflik terreduksi menjadi sekedar tontonan. Yang real menjadi disamakan dengan yang tidak real. Reality show penyelesaian konflik sebuah rumah tangga yang bakal berdampak bagi kehidupan mereka pasangan suami istri demikian juga kepada anak-anaknya bagi penonton tidak lebih berharga dari sebuah tayangan komedi atau kuis yang ditampilkan tidak secara alami. Bahkan didramatisir, dengan musik maupun pembawa acara yang menciptakan konteks sedemikian rupa agar menyerupai kisah kehidupan nyata tersebut menjadi melodrama yang mengetarkan.

Etika vs Kevulgaran
Oleh sebab itu meskipun acara reality show sama menguntungkannya dengan sebuah acara sinetron striping, menjadi pundit-pundi penjaring iklan. Namun tidak serta merta ruang pribadi dapat dibredel dengan alasan profit.

Kalaupun mereka yang mengekspos kehidupan pribadnya adalah berdasarkan keputusannya sendiri. Namun popularitas dan materi dapat membuat seseorang buta akan sakralnya ruang pribadinya. Dan ada baiknnya stasiun televis ikut menjaganya.

Menghadapi manusia berarti menghargai ruang dimana ia menentukan arah hidupnya. Biarlah ruang itu tetap sakral dan tidak menjadi sebuah tontonan yang mereduksi maknanya semata-semata sebagai tontonan yang bersifat hedonisme.

Sebagaimana televisi memiliki etika yang membatasi dalam penayangan acara. Khususnya untuk acara-acara kekerasan maupun seksual. Namun kekerasan dan ketelanjangan yang sama juga ada dalam penyingkapan berbagai konflik yang sangat pribadi. Oleh sebab itu televisi perlu dibatasi untuk menangkat hal yang berhubungan dengan kehidupan nyata yang kaya akan nuansa perenungan. Dan tidak menjadikannya semata-mata tanyangan pengisi jam tayang untuk mendatangkan pundit-pundi uang dari iklan.

Tuesday, 23 June 2009

JIKA ANDA SUKA MEMBAWA LAPTOP DALAM MOBIL, WASPADALAH!!!


Para pelaku kejahatan tidak pernah lelah menciptakan modus-modus baru untuk mencuri barang berharga. Salah satunya yang sering menjadi sasaran adalah Leptop. Mengingat harganya cukup mahal, mudah dijual dan gampang dicuri. Sehingga pelaku pencurian berupaya mendapatkan barang berharga tersebut dengan cara-cara yang dapat memperdaya pemiliknya.

Seperti halnya yang baru ini saya alami. Laptop milik kantor dengan merek Toshiba lenyap dengan mudah, dicuri dari dalam mobil saya. Kejadian ini terjadi tepat di pintu keluar Universitas Indonesia Depok, pada hari Senin jam 10.00 WIB( 21/6/09).

Pada saat itu saya memutuskan membawa mobil agar tidak repot menenteng laptop dan tas. Karena kalau naik angkot bisa dibayangkan repotnya. Setelah saya melewati Guna Darma, tepat sebelum jembatan kali Ciliwung, seorang pengendara motor berupaya menarik perhatian saya. Ia memberi kode, menunjukkan jika bagian ban belakang mobil kempes. Dan seketika itu ia berlalu.

Tentu saya spontan menurunkan kecepatan untuk kemudian meminggirkan mobil. Dan tepat setelah jembatan Ciliwung saya meminggirkan mobil. Kemudian saya turun, namun sebelumnya saya mengunci pintu.

Tapi anehnya ketika saya periksa sepertinya tidak ada kerusakan. Sayapun memutuskan kembali melanjutkan perjalanan.

Namun belum sampai beberapa puluh meter tepat jalan masuk ke Kampus UI, seorang pengedara motor kembali menarik perhatian saya. Ia juga menunjuk-nunjukkan bagian belakang mobil seolah ada kerusakan. Sebagaimana pengendara motor sebelumnya, ia kembali berlalu,

Sayapun segera meminggirkan mobil tepat di depan kompleks penjual bunga setelah pintu keluar kampus UI. Namun ketika saya turun, seorang pengedara motor lain mendekat saya. Ia memberitahu kalau ada baut yang lepas dari ban mobil.

Spontan saya periksa ban dan anehnya baut terpasang dengan baik tanpa sempat mengunci pintu mobil. Seketika itu ia bergegas meninggalkan saya.

Saya cek-cek lagi bagian samping kanan mobil, sepertinya tidak ada masalah. Namun ketika melihat ke sebelah kiri ternyata pintu mobil bagian samping sudah terbuka.

Dan saat saya mengecek ke dalam mobil ternyata hanya tas saya yang tertinggal. Sedangkan tas laptop sudah raib. Kejadian tersebut membuat saya lemas seketika.

Pada hari yang sama saya melaporkan ke Polisi di wilayah Jakarta Selatan, ternyata pencurian dengan modus tersebut sudah sering sering. Khususnya di kawasan Depok hingga Tanjung Barat.

Polisi sedang berupaya menangkap pelaku pencurian tersebut. Namun kesulitannya mereka sangat mobil dan berpindah-pindah. Pihak kepolisian mengatakan jika modus ini dilakukan secara berkelompok.

Oleh sebab itu jika Anda sering membawa Laptop berpergian dengan mobil Anda, sebaiknya berhati-hatilah. Banyak pelaku pencurian yang mengincar barang berharga tersebut.

Jika membawa Laptop simpanlah di tempat tersebunyi yang tidak bisa dilihat dari balik kaca mobil. Semisal di bawah jok. Atau gunakan penutup yang tidak seperti tas laptop, seperti tas pundak, dsb.

Seandainya ada orang yang menarik perhatian Anda dengan menujukkan seolah ada kerusakan pada mobil Anda, jangan segera berhenti. Tetaplah melaju sampai Anda menemukan tempat yang aman dan ramai. Ketika Anda turun kuncilah pintu.

Oleh sebab itu waspadalah setiap saat. Karena saat ini pelaku-pelaku kejahatan berkeliaran dimana-mana. Termasuk di lokasi-lokasi yang mungkin sering Anda lalui.

Tuesday, 2 June 2009

MEDITASI UNTUK KESEHATAN JIWA DAN JESMANI


Meditasi menurut para spiritualisme adalah cara untuk membebaskan diri dari angan-angan dan bertemu dengan hati nurani yang berakhir dengan kedamaian batin. Walaupun meditasi pada masa kini berkembang menjadi salah satu seni untuk meningkatkan kesehatan jiwa dan tubuh, namun pada dasarnya meditas dalam kacamata spiritulisme bersifat religius. Yakni untuk bertemu dengan Tuhan melalui kedalam diri manusia.

Pada prinsipnya meditasi adalah kegiatan untuk memasuki alam bawah sadar kita. Pada saat kita menyelami pikiran bawah sadar kita mengalami proses peningkatan kesadaran. Semakin dalam menyelam melalui alpha, tetha, delta, dan seterusnya, kita akan bisa mencapai puncak kehidupan spiritual. Di situ kita bisa menemukan tujuan hidup kita yang sebenarnya.

Hasil penelitian membuktikan bahwa meditas dapat membantu seseorang untuk melepaskan diri dari tekanan stress. Serta meningkatkan daya tahan seseorang terhadap serangan penyakit bahkan juga kanker. Penganut agama Buddhisme Tibet percaya bahwa meditasi mampu menempatkan manusia selaras dengan energi-energi alam yang menguntungkan. Ketika melakukan meditasi untuk penyembuhan mereka yakin bahwa mereka menyentuh ke dalam energi-energi yang menyembuhkan tersebut. Orang Mesir kuno menyebutkan tenaga-tenaga yang kuat ini Ka, orang Cina tradisional menyebutkannya Chi dan orang India menyubutkam kekuatan ini prana.

Selain memberikan kesembuhan, menurut kaum spiritualisme, meditas mampu membawa manusia pada pencerahan batin. Membuat manusia lebih bijaksana karena ia bisa membebaskan diri dari hawa nafsu dan membawanya pada hati nurani. Dengan terbebasnya manusia dari hawa nafsu maka iapun kemudian merasakan kedamaian.

Adapun esensi meditasi adalah berakhirnya pikiran sadar (conscious mind) kemudian memasuki dimensi lain yang berada di alam bawah sadar (subconscious mind) dan supra kesadaran (supraconscious mind). Meditasi berarti keheningan (silence) – diam (stillness) – kesendirian (solitude).

Keheningan muncul apabila pikiran sadar kita telah berhenti sepenuhnya. Diam berarti berhentinya aktivitas fisik atau setidaknya irama aktivitas fisiologis yang lambat, sedangkan kesendirian berarti Anda harus melakukannya sendiri tanpa bantuan, tuntunan, atau kehadiran orang lain.

Berikut adalah tips untuk melakukan meditasi secara sederhana dan mudah:
1.Lakukan senam ringan (stretching) selama + 10 menit kemudian lakukan aktivitas pernapasan seperti yang telah dijelaskan pada edisi minggu lalu. Ini perlu dilakukan agar badan kita segar dan frekuensi gelombang kita mulai memasuki alpha.

2.Pindah ke dalam ruang khusus yang teduh dan sunyi, di mana kita tidak akan terganggu dengan suara televisi, telepon atau apa saja yang mengganggu kekhusyukan kita. Kita bisa menggunakan kaset atau CD lagu khusus untuk meditasi atau musik klasik barok untuk membangun suasana hening. Jika anda suka, dapat digunakan aroma wewangian (aroma therapy).

3.Posisi bisa duduk dengan telapak kaki sejajar lantai atau bersila tanpa menyilangkan kaki (untuk menghindari kesemutan). Pejamkan mata dan mulai melakukan visualisasi anda berada di sebuah tempat yang damai dan nyaman.

4.Lakukan meditasi sekitar 15-30 menit.

Meditasi juga dapat dilakukan sambil membacakan doa-doa yang berisikan ungkapan kebesaran Tuhan atau doa hapalan yang sering diucapkan.

a.Langkah awal adalah dengan Sikap duduk: bebas, yang penting punggung tegak untuk menciptakan rileks tapi sadar penuh. Pernapasan diusahakan tetap teratur.

b.Tutuplah mata Anda, kemudian tarik nafas dan kemudian buang secara perlahan-lahan. Dan kemudian perhatikan pernafaan Anda. Sambil Anda mengindahkan segala pikiran yang menganggu dalam pikiran Anda.

c.Lemaskan otot Anda. Bermula dengan kaki Anda dan meningkat sampai betis, paha, dan perut, lemaskan berbagai kelompok otot dalam tubuh Anda. Kendorkan kepala, leher, dan kedua bahu Anda dengan memutar secara perlahan-lahan kepala Anda dan angkat kedua bahu sedikit. Untuk lengan dan tangan Anda, rentangkan kemudian lemaskan, kemudian jatuhkan secara alami ke dalam pangkuan Anda

d.Kemudian bacalah doa yang telah Anda pilih dan ucapkan secara perlahan mengikuti irama pernafasan. Atau frasa yang sesuai keyakinan Anda seperti “ Tuhan adalah kekuatanku”, “ Aku percaya Tuhan yang Esa”, “ Kebahagiaan ada di dalam batin”, dsb.

e.Ulangi doa-doa tersebut hingga beberapa kali. Untuk waktu melakukan meditas tentu hal ini tergantu daya tahan Anda. Bahkan Anda tahan hingga lebih dari 2 jam. Hal ini bagi mereka yang telah terbiasa, meditasi bisa mendatangkan ketenangan mendalam sehingga banyak orang yang menjalankannya tidak menyadari sudah berapa waktu yang ia habiskan bermeditas.

Sunday, 17 May 2009

APA KATA KAUM SPIRITUALISM TERHADAP KESEHATAN JIWA


Menurut kaum spiritualisme, kebahagiaan dan kedamaian bisa dirasakan oleh setiap orang, asal mereka memadang kehidupan dengan cara yang benar. Pada dasarnya sumber dari segala penderitaan dan tekanan yang dihadapai adalah bersumber dari keinginan atau angan-angan.

Nah, kira-kira apa maksudnya dengan angan-angan?

Angan-angan, dalam pemahaman saya adalah mengharapkan sesuatu yang bakal terjadi di masa depan dalam kehidupan kita. Dan saya yakin kebanyakan dari kita memiliki angan-angan.

Kebanyakan dari kita hidup dengan berbagai macam ambisi dan harapan. “ Saya ingin kaya, saya ingin punya mobil, saya ingin mempunyai usaha”. Dan orang yang memiliki angan-angan tersebut adakalanya akan mengorbankan apa yang terjadi saat ini. Yang ingin mendapatkan karir yang bagus akan menghabiskan waktu dan kesengannya untuk bekerja dengan keras. Atau seorang anak muda yang ingin mendapatkan kesempatan untuk memasuk UPTN bakal belajar keras dan meninggakan kesangannnya bergaul dengan teman-temannya.

Namun menurut pandangan kaum spiritulisme, semakin tinggi angan-angan maka seseorang semakin tidak merasakan tentram dan kedamaian hati. Ia kemudian dikuasai oleh angan-angannya itu sendiri. Seolah hidupnya bakal hancur dan tidak bahagia kalau apa yang menjadi angan-angannya tidak terpacai. Sehingga semakin tinggi angan-angan seseorang maka semakin besar pula kecemasannya dan kekhawatirannya jika angan-angannya tidak tercapai.

Orang yang berambisis mengejar karir akan menjadi cemas ketika menghadapi tantangan mencapai tujuannya tersebut. Seorang muda yang ingin mengejar jabatan akan menjadi cemas ketika terjadi pergantian kepemimpinan di kantornya dimana muncul khawatir ia tidak lagi diperhitungkan.

Dan ketika gagal meraih tujuannya banyak orang yang kemudian menganggap bahwa hidup mereka telah hancur. Seperti halnya yang terpadi pasca pemilu 2009 dimana banyak calon legislatif yang tidak terpilih menjadi anggota legislatif menjadi frustrasi dan bahkan menjadi gila. Karena seolah hidupnya tidak lagi bermakna jika ia tidak mendapatkan tempat di Dewan Perwakitan Rakyat.

Menurut kaum spiritualisme, angan-angan berasal dari nafsu. Nafsu pada dasanya muncul dari dorongan intenal tubuh manusia untuk memenuhi kebutuhnannya. Misalnya angan-angan untuk mendapatkan makanan yang enak berasal dari nafsu untuk makan. Namun adakalnya nafsu ini bisa menghasilkan angan-angan yang seolah sangat penting bagi kehidupan manusia pada hal tidak. Seperti nafsu akan kekuasaan sehingga menciptakan angan-angan untuk mendapatkan jabatan.

Namun sebagaimana nafsu akan makanan yang tidak pernah mati selama manusia hidup. Maka nafsu lainnyapun tidak akan pernah mati dan terus menciptakan angan-angan untuk dikejar oleh manusia. Jadi ketika seseorang sudah mendapatkan jabatan sebagai manager maka akan muncul lagi angan-angan untuk mendapatkan posisi sebagai Dirut.

Sepasang suami istri yang sudah mendapatkan angan-angannya untuk menikah kembali merasakan kekhawatiran karena setelah menikah selama 1 tahun belum juga memiliki keturunan. Seorang sarjana yang sudah mendapatkan pekerjaan mulai cemas karena selama 5 tahun bekerja ia belum memiliki rumah.

Angan-angan tidak pernah mati dan bakal mendatangkan kecemasan dan kekhawatiran bagi kita. Oleh sebab menurut kaum spiritualisme, untuk mematikan angan-angan harus diawali dengan pengendalian hawa nafsu, ambisi dan keinginan yang berlebihan terhadap masa depan. Serta menikmati apa yang terjadi pada hari. Membuka diri terhadap keunikan yang bisa diraih pada saat ini dan bukan besok. Dan sesunggunya sumber kebahagian tidak berasal dari sesuatu di luar kita melainkan dari dalam diri kita. Jika kita menikmati makanan, sebenarnya kesenangan yang kita peroleh bukan berasal dari makanan yang kita peroleh, karena orang yang sedang sakit gigi atau terkena sakit pencernaan sulit merasakan kenikmatannya walaupun makanan yang dimakan sama.

Bagi kaum spiritualisme kehidupan mereka tidak dituntun oleh angan-angan melainkan hati nurani yang akan memberikan pengajaran tentang apa yang harus mereka lakukan untuk hari ini. Dan langkah yang mereka pilih untuk mengendalikan hawa nafsu dan bersentuhan langsung dengan hati nurani adalah melalu meditasi. Dia manusia mengosongkan pikiran, merasakan kedamaian lepas dari angan-angan dan belajar untuk mendengar hati nurani.

Dan apa yang bisa kita pelajari dari pandangan kaum spiritulisme? Tentu pertama kita diingatkan untuk jangan terlalu larut dengan berbagai target-target atau ambisi untuk meraih sesuatu di masa depan dengan mengorbankan masa sekaran. Ingat bahwa semakin tinggi ambisis kita mengejar sesuatu maka akan semakin sering kita merasa cemas dan tidak tidak damai.

Kemudia berhat-hati dengan kemungkinan tujuan kita tersebut menyederhanakan kehidupan kita. Seolah-olah ketika apa yang menjadi harapan kita tidak tercapai maka kehidupan kita menjadi gagal atau kita tidak mungkin merasa bahagia.

Kendalikan nafsu anda, biarkan diri Anda menikmati hari dengan rasa damai. Jika dimungkinkan siapkan waktu dalam kehidupan Anda untuk sejenak hening atau bermeditasi. Dimana Anda melepaskan diri Anda dari berbagai macam tujuan atau target-target yang membebani Anda.

Dan penting diingat bahwa kebahagiaan yang bisa kita alami bukan berasal dari apa yang kita raih, tapi sesungguhnya berasal dari diri kita. Akan sangat mudah seseorang untuk merasa jenuh dengan keberhasilan yang ia peroleh dan tadinya begitu ia idamkan.

Kedamaian adalah persoalan hati, demikian menurut seorang spiritualisme. Hal ini diraih tidak dengan sekedar mengejar tujuan atau angan-angan. Namun dengan membiasakan diri untuk mendengarkan hati nurani, yang biasanya mengajarkan seseorang untuk bersikap sabar, melimpah dengan empati dan keinginginan untuk berbuat kebaikan. Dan jika itu dilakukan, kebahgiaan juga bisa dirasakan. Hebatnya hal ini bisa dilakukan hari ini tanpa menunggu besok.

Itulah sebabnya maka seorang spiritulis bisa merasakan ketentraman meskipun berada di tengah kondisi kehidupan kota yang bising. Dan semua itu tergantung bagaimana cara kita memandang kehidupan kita. Jadi tidak ada salahnya belajar dari kaum spiritualisme untuk membuat jiwa Anda sehat dan tentram.

Thursday, 14 May 2009

PKS FOBIA


Banyak dari teman-teman saya yang muslim maupun non-muslim (termasuk saya) yang tengah mengalami fobia terhadap salah satu partai politik yang tengah naik daun. Ketika Partai demokrat menjalin koalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), seketika itu juga beberapa dari teman-teman saya tersebut mulai berpikir dua kali untuk memilih SBY dalam pemilihan presiden nanti. Padahal sebelumnya sebelumnya mereka sangat mendukung SBY untuk kembali men jadi presiden.

Mengapa mereka tiba-tiba berbalik arah? Karena mereka khawatir bagaimana jika PKS menang dan kemudian kader-kadernya kemudian duduk di pemerintahan. Apakah mereka kemudian menegakkan ideologi yang mereka pegang teguh selama ini. Atau juga mencoba mengintervernsi kebijakan SBY menjadi terdistorsi dengan pandangan mereka tentang bagaimana masyarakat harus dijalankan.

Pertanyaan kemudian mengapa PKS begitu menakutkan bagi teman-teman saya dan sebagian orang? Hal ini karena ada pandangan bahwa PKS membawa pemikiran radikal. Bahkan teman saya, seorang muslim mengatakan bahwa PKS berisikan ekstrimis yang mendapatkan pengaruh radikalisme dari Timur Tengah. Dan ada tendensi PKS ingin menjadikan Indonesia menjadi negara Islam.

Dan dalam sebuah artikel tentang radikalisme Islam di Indonesia yang pernah saya baca, bahwa para tokoh di PKS diduga memiliki hubungan dengan organisasi Ikhwanatul Muslimin. Organisasi Islam yang didirikan di Mesir oleh Hasan al Banna, pada pertengahan abad ke-20. Dimana organisasi ini pada awalnya berorientasi pada dakwah dan kegiatan sosial namun ketika memiliki massa pendukung yang kuat mereka berubah menjadi radikal. Dimana perjuangan mereka adalah untuk menegakkan kembali tidak hanya negara Islam namun kekhalifahan Islam.

Namun saya secara pribadi tentu tidak bisa mengatakan bahwa pandangan tersebut benar atau tidak. Karena saya tidak pernah meneliti tentang sepak terjang PKS secara langsung. Hanya saja sebagaimana teman-teman saya dan saya sendiri yang mengalami fobia PKS membangun streotype tentang PKS berdasarkan pengalaman pribadi.

Konon sepengetahuan saya Institut Pertanian Bogor adalah basis PKS. Sehingga tidak heran banyak kader PKS yang sekarang menduduki jabatan di pemerintah adalah pengajar di IPB. Dan saya adalah alumni dari kampus tersebut. Berdasarkan pengalaman saya tumbuh subur organisasi-organisasi kerohanian Islam yang mengusung ide-ide radikal.

Saya tidak tahu pasti organisasi mana yang menjadi akar dari PKS di IPB. Namun sepertinya teman-teman di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yang sangat moderat sepengetahuan saya, tidak terlalu berorientasi ke PKS. Dan beberapa kali ada kegiatan atau aksi yang dilakukan PKS saya mengenali beberapa mahasiswa Rohis (rohanian Islam) yang berasal dari organisasi Kerohanian yang agak ekstrim ikut serta. Sehingga saya menduga beberapa organisasi yang agak ekstrim di IPB memiliki keterkaitan dengan PKS.

Dan seberapa ekstrimkah organisasi tersebut? Hal ini mungkin bisa dilihat dari aktivitas mereka.

Mahasiswa yang bergabung dalam organisasi tersebut mempertahankan penampilan yang berbeda dengan mahasiswa kebanyakan. Mereka menggunakan baju lengan panjang, celana mengantung sehingga terlihat mata kaki dan memelihara jengot. Tentu ada alasan mengapa mereka memiliki penampilan demikian, namun saya tidak terlalu tahu pasti. Namun mereka tidak merasa asing dengan perbedaan yang mereka pertahankan, karena itu tadi, mereka memegang kebenaran yang sangat absolut dalam pikiran mereka.

Namun keekstriman dari organisasi ini akan sangat terlihat dari aktivitas mereka. Saya pernah punya pengalaman yang tidak mengenakkan dengan para rohis dari organisasi radikal tersebut. Kejadian ini terjadi kalau tidak salah 6 tahun yang lalu ketika saya masih kuliah pada semester akhir.

Suatu ketika saya dan kawan-kawan mengadakan kegiatan pengumpulan dana amal untuk membantu korban bencara alam di Indonesia Timur (saya tidak ingat Provinsinya). Maka kami mengadakan konser musik akustik di salah kantin di kampus Darmaga IPB. Izin dari dekan sudah kami peroleh, karena kegiatan ini bersifat sosial maka kampus cukup mendukung. Jadi kami optimis acara ini akan berjalan dengan lancar.

Semua peralatan sudah disiapkan sejak pagi hari mulai peralatan musik hingga sound sistem. Dan mahasiswa pengunjung kantin tampak antusias dengan acara ini. Dan beberapa mahasiswi yang sudah cukup di kenal di kampus sebagai penyayi kampus sudah bersiap-siap membawa beberapa lagu manis.

Namun tanpa kami sangka-sangka muncul masalah yang tidak kami perhitungkan sebelumnya. Ketika saya sedang menyiapkan peralatan, memasang alat musik dan sound sistem, tanpa saya saya sadari 5 orang rohis yang sudah berdiri mengelilingi saya. Dan salah seorangnya kemudian mendekati saya dan bertanya.

” Mas, ini acara apa?

” Ini acara musik untuk amal, mas”. Jawab saya

“ Apakah kami bisa meminta judul lagu-lagu yang akan dinyanyikan dan syairnya?”, tanyanya sedikit mengintimidasi.

“ Wah, mengenai lagu, kami tidak ada listnya, biasanya akan mengalir begitu saja, memangnya ada keperluan apa?,”. Saya merasa agak tidak nyaman dengan keberadaan dan pertanyaan rohis tersebut.

“ Maaf ,mas, kami tidak bisa mentolerir jika lagu-lagu cinta di bahwa di tempat ini. Itu tidak sesuai dengan kaidah Islam. Apalagi jika ada duet penyanyi pria dan wanita yang dan saling bersentuhan itu haram”, ungkapnya dengan nada meninggi.

“ Jadi menurut, mas, musik bagaimana yang benar?”, tanya saya dengan nada agak kesal.

“ Islam memiliki musik yang benar. Jadi kalau boleh acara ini dibatalkan untuk menghormati umat Islam”, ungkapnya dengan nada menekan.

”Oke, mas, saya cuma mau bilang ini acara ini acara amal, membantu orang yang sedang terkena musibah, apakah membantu orang yang sedang kesusahan adalah haram hukumnya, mas?, saya mencoba mengintimidasi balik.

” Tentu tidak”.

” Jadi, tentu mas harusnya setuju dengan acara ini. Masalah lagu, kami juga orang rohani sama seperti mas, ada dari HMI, GMKI maupun PMKRI, jadi pandangan kita tentang musik agak tidak jauh berbeda. Kami tidak berharap lagu -lagu yang akan dinyanyikan pas acara ini mengumbar percintaan tapi lagu-lagu yang universal. Apakah Islam tidak setuju dengan lagu-lagu tentang Tuna, alam atau cinta sesama?

” Tidak ada masalah dengan lagu-lagu seperti itu”, jawabnya.

” Jadi tolonglah toleransinya, apalagi acara ini sudah kami persiapkan jauh-jauh hari”, saya coba menekan.

Ia kemudian tertegun sejak. Dan kemudian meninggalkan saya untuk berdiskusi dengan teman-temannya. Tak lama ia kembali kepada saya.

” Oke, kami setuju dengan acara ini tapi, mohon acara ini harus diberhentikan sejenak ketika azan, dan kalau ada pria dan wanita saling bersentuhan ketika menyanyi kami tidak segan-segan menghentikan acara ini secara paksa”, demikian opsi yang ia sampaikan.

Sayapun dengan berat hati menerima opsi yang ia tawarkan. Dan ketika saya memperhatikan sekeliling saya ternyata beberapa teman panitia yang terlihat tegang bahkan ada yang sampai menangis. Ternyata sebelumnya mereka juga mendapat intimidasi dan syok. Hanya saja mereka keburu khawatir bahwa acara ini akan gagal.

Ini adalah salah satu contoh. Namun beberapa acara musik kampus secara naas mengalami pemberedelan oleh para rohis, bahkan ada yang sampai harus dibubarkan dengan massa yang tidak tahu datang dari mana. Seolah-olah mereka adalah polisi moral yang memantau setiap aktivitas di kampus.

Tidak hanya itu, seringkali saya harus miris melihat bagaimana poster-poster yang bersifat provokasi di pampang di mading-mading kampus. Secara terang-terangan mereka menyebut agama tertentu sebagai kafir. Bahkan yang paling menakutkan saya adalah ketika terjadi kerusuhan di Ambon, gambar korban-korban di pihak muslim di tampilkan di papan mading. Tentu saya selaku mahasiswa kristen, merasa khawatir jika gambar-gambar ini sampai memprovokasi untuk timbulnya konflik yang sama seperti di Ambon.

Pada poster-posternya mereka juga menyatakan anti terhadap demokrasi, Amerika. Dan merindukan kembali masa-masa kekhalifahan. Serta mengajak mahasiswa ikut seminar untuk bisa menangkal Kristenisasi. Bahkan ada juga poster yang secara terang-terangan mengundang mahasiswa berjihad.

Tentu jika akar dari PKS adalah organisasi radikal tersebut. Atau PKS memiliki keterkaitan dengan organisasi demikian, khususnya dalam hal ideologi, tentu hal ini menjadi sangat mengkhawatirkan. Bagaimana jika intimidasi yang saya dan teman-teman yang pernah alami pada tataran mikro di lingkungan kampus menjadi eksis juga pada tatanan negara. Wajar jika kemudian saya dan teman-teman yang pernah mengalami pengalaman buruk dengan organisasi yang memiliki keterkaitan dengan PKS kemudian mengembangkan fobia terhadap PKS.

Disamping itu konon Menteri Pertanian adalah kader PKS. Dan kebetulan saya juga adalah karyawan di Departemen tersebut. Tentu saya tidak ingin menduga-duga, namun menurut kawan-kawan, terdapat kebijakan diskriminasi di tubuh Departemen tersebut. Bahwa pejabat-pejabat non-muslim yang dicopot dengan berbagai alasan yang tidak jelas. Dan ini mau tidak mau saya amini, karena di tempat saya bekerja banyak pejabat non-muslim yang sebenarnya potensial tiba-tiba dicopot.

Saya kemudian menduga-duga apakah kader PKS memiliki fobia yakni non-muslim fobia. Saya membayangkan jika saya kemudian kader PKS mendapatkan jabatan yang lebih tinggi misalkan saja presiden, bagaimanakah nasib warga bangsa ini yang terlahir sebagai non-muslim?

Tentu saya berharap bahwa fobia PKS yang saya dan teman-teman saya milik hanyalah streotype yang tidak memiliki dasar. Karena sesungguhnya PKS sebagai partai politik tidak memiliki agenda untuk menegakkan Indonesia sebagai negara agama, dan menerapkan aturan sosial sebagai menurut kebenaran mereka. Dan, hal yang paling mengkhawatirkan dan mudah-mudahan PKS tidak memiliki keterkaitan dengan organisasi Ikhwanatul Muslimin, sehingga ia tidak memindahkah konflik yang sebenarnya berakar dari persoalan di Timur Tengah ke Indonesia yang memiliki sejarah kehidupannya sendiri. Dan tidak memiliki keterkaitan geneologi ras dan budaya dengan orang-orang di Timur Tengah. Atau mengembangkan cara-cara seperti organisasi radikal tersebut yang awalnya mengembangkan aktivitas sosial dan dakwah yang mengundang simpatik namun ketika mendapatkan dukungan massa yang luas berubah menjadi radikal.

Dan yang terpenting PKS pada dasarnya memiliki tekad meneruskan perjuangan para pendiri bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk mendirikan negara kesatuan Indonesia. Bukannya merusak tatanan yang sudah dibangun demi sebuah ideologi dan fanatisme yang tidak relevan dengan Indonesia. Semoga fobia PKS, seperti yang kami alamai, bisa sirna dengan bukti-bukti nyata yang ditunjukkan kader-kadernya aktivitas politik PKS yang menghargai keberagaman, menjaga kesatuan dan bahu-membahu dengna berbagai komponen bangsa untuk menjadikan Indonesia sebagai negara bermartabat.